Administrasi Kepala Sekolah Lengkap 1 (Satu) File

 Bapak Ibu sebagai kepala sekolah memiliki peran dan tugas yang penting dan strategis dalam memimpin satuan pendidikan. Namun tidak lepas bahwa kepala sekolah tugas pokoknya sebagai pendidik dan kepala sekolah merupakan tugas tambahan sebagai pemimpin juga tentunya harus memiliki adminitrasi kepala sekolah dengan lengkap.

Adminitrasi kepala sekolah merupakan seluruh aktivitas yang menjadi tugas seorang kepala sekolah, di awali dengan ativitas pengendalian, pengurusan dan pengaturan yang melibatkan beberapa pihak untuk bekerja sama.

Tugas adminitrasi kepala sekolah yaitu untuk mengawasi dan mengarahkan sekolah yang dipimpinnya. Sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) kepala sekolah harus memahami 8 Standar diangaranya adalah :

1. Standar Kompetensi Lulusan

2. Standar Isi

3. Standar Proses

4. Standar Penilaian Pendidikan

5. Standar Tenaga Kependidikan

6. Standar Sarana dan Prasarana

7. Standar Pengelolaan, dan

8. Standan Pembiayaan

Kedepalan standar ini sangat erat dengan adminitrasi ketika satuan pendidikan/sekolah akan di akreditasi.

Namun, kali ini akan membahas tentang administrasi kepala sekolah dirangkum menjadi pengajaran, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, dan perlengkapan.

Tujuan dari pembuatan administrasi kepala sekolah ini adalah agar dapat digunakan sebagai pedoman meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan di kemudian hari lewat partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas, pengelolaan sekolah dan kelas, serta peningkatan profesionalisme tenaga pendidik.

Sementara itu, berdasarkan uraian di atas, bisa dirumuskan tujuan dari administrasi kepala sekolah meliputi:

1. Memberikan arah dalam menyelenggarakan sekolah di masa mendatang.

2. Memberikan umpan balik bagi perbaikan proses dan hasil pendidikan.

3. Meningkatkan mutu penyelenggaraan administrasi sekolah.

4. Menuju tertib administrasi.

5. Menghasilkan suasana belajar dan mengajar yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

6. Menunjang tercapainya program sekolah secara efektif dan efisien.

Fungsi administrasi kepala sekolah

Fungsi dari administrasi kepala sekolah antara lain:

1. Planning

Fungsi administrasi kepala sekolah yang pertama adalah planning yang dapat membantu untuk menyusun program kerja.

2. Pengelompokan atau organizing

Dengan adanya administrasi kepala sekolah, pengelompokan data yang telah diarsipkan. Harapan dengan dilaksanakan administrasi kepala sekolah, bisa membantu saat memberi tindakan atau kegiatan kedepannya.

3. Staffing

Setelah melakukan administrasi kepala sekolah, peran guru dapat dikelompokkan kembali agar tepat sasaran dan lebih efektif dalam mencapai tujuan.

4. Motivating

Kemudian, administrasi kepala sekolah berfungsi sebagai motivating untuk peserta didik dalam mengerjakan tugas belajar. Serta, dapat pula memberi motivasi pada pendidik dalam pengajaran dan tata laksana administrasi pendidikan.

5. Controlling

Secara tidak langsung, administrasi kepala sekolah dapat membantu sebagai pengontrol kegiatan yang dilakukan guru dan siswanya.

6. Budgeting

Administrasi kepala sekolah bisa digunakan untuk membuat anggaran biaya sekolah. Salah satu administrasi kepala sekolah adalah mencatat pengeluaran sekolah tersebut, misalnya pembelian LCD dan monitor atau meja dan kursi.

7. Memudahkan dalam pengajaran

Selanjutnya, administrasi kepala sekolah berguna dalam pengajaran, misalnya dalam pembuatan kalender tahunan sekolah, visi misi dan tujuan sekolah, hingga kurikulum sekolah yang dapat menjadi panduan pendidik hingga peserta didik.

8. Kesiswaan

Fungsi terakhir adalah dalam bidang kesiswaan, seperti menentukan penempatan siswa dalam kelas, melatih kedisiplinan siswa, mengatur proses penerimaan siswa baru, dna lainnya.

Instrumen administrasi kepala sekolah

Di bawah ini adalah daftar instrumen administrasi kepala sekolah”

Administrasi pengajaran

  1. Daftar pembagian tugas mengajar bagi guru
  2. Buku pemeriksaan persiapan mengajar
  3. Buku penyelesaian kasus di sekolah
  4. Buku hubungan kemasyarakatan
  5. Persiapan mengajar
  6. Buku program bimbingan
  7. Buku pencapaian target dan daya serap kurikulum
  8. Daftar penyerahan buku nilai hasil belajar
  9. Buku kunjungan pengawas ke sekolah
  10. Buku pengaduan, masukan, kritik, dan saran
  11. Buku notulen rapat guru/komite
  12. Buku ekspedisi
  13. Buku tamu umum
  14. Buku tamu khusus
  15. Buku supervisi kelas

Administrasi kesiswaan

  1. Formulir pendaftaran siswa baru
  2. Buku calon peserta didik baru
  3. Buku peserta didik baru
  4. Buku klapper (buku daftar nama siswa berdasarkan abjad)
  5. Papan absen harian siswa
  6. Papan rekapitulasi absensi harian siswa
  7. Buku rekap mutasi siswa
  8. Pendaftaran masuk SMA/MA/MK atau jenjang sekolah lainnya
  9. Buku kenaikan kelas
  10. Buku prestasi siswa akademik/non akademik

Administrasi kepegawaian

  1. Buku catatan penilaian pegawai negeri sipil
  2. Buku diklat/penataran
  3. Buku penghargaan
  4. Buku seminar/lokakarya
  5. Buku izin keluar pegawai/guru
  6. Buku piket guru

Administrasi keuangan

  1. Buku kas umum
  2. Buku kas pembantu
  3. Rencana pelaksanaan pembelajaran
  4. Surat permohonan pindah sekolah
  5. Surat keterangan pindah sekolah
  6. Surat keterangan telah menerima siswa pindahan
  7. Buku keadaan barang inventaris lainnya

Administrasi lainnya

  1. Daftar hasil ujian akhir madrasah berstandar nasional
  2. Daftar rekapitulasi kenaikan kelas/kelulusan
  3. Buku penyerahan laporan penilaian hasil belajar (rapor)
  4. Buku penyerahan ijazah
  5. Buku pemeriksaan administrasi pembelajaran

Manajemen administrasi kepala sekolah

Manajemen administrasi kepala sekolah adalah hal yang penting untuk menunjang pendidikan sehingga bisa meningkatkan kualitas pendidikan dalam sekolah tersebut. Sementara itu, manajemen kepala sekolah dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pengelolaan peserta didik

Manajemen administrasi kepala sekolah pada peserta didik ditujukan agar mendapatkan hasil yang teratur dalam kegiatan kesiswaan, terutama saat proses pembelajaran di kelas.

2. Pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan

Administrasi pendidik dan tenaga kependidikan berupa Pendayagunaan Ketenagaan, DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan), DUK (Daftar Urut Kepangkatan), Mutasi Kepangkatan, Pengembangan Ketenagaan, Usaha Kesejahteraan Pegawai, dan Tata Tertib Kerja.

3. Pengelolaan kurikulum dan proses pembelajaran

Kurikulum dalam pendidikan sangat berpengaruh dalam keberlangsungan proses belajar dan mengajar, maka dari itu pengelolaan kurikulum dan proses pembelajaran sangat penting manfaatnya.

4. Pengelolaan sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana memiliki peran untuk menunjang proses pembelajaran, mulai dari fasilitas sekolah hingga gedung yang memadai.

5. Pengelolaan anggaran atau biaya

Dalam pengelolaan dan anggaran, ada dua dimensi yang harus ditulis, yaitu pemasukan atau sumber dana dan pengeluaran atau alokasi dana. Sumber dana di sini bisa diperoleh dari pemerintah, iuran sekolah, dan sumbangan dari masyarakat. Sedangkan alokasi dana digunakan untuk pembangunan sekolah serta melengkapi sarana dan prasarana.

6. Pengelolaan tata usaha

Dalam administrasi sekolah, peran tata usaha sangat penting karena memiliki tanggung jawab untuk melayani administrasi dan operasional di sebuah sekolah. Tata usaha dalam administrasi kepala sekolah berperan untuk mengelola surat dan arsip.

7. Pengelolaan organisasi

Pengelolaan organisasi sangat penting untuk kelancaran organisasi karena komponen organisasi menunjang pendidikan sesuai dengan perannya.

8. Pengelolaan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (HUMAS)

Pengelolaan HUMAS di sini adalah menjalin komunikasi antara sekolah dan masyarakat di lingkungan sekolah.

9. Pengelolaan bimbingan konseling

Pengelolaan bimbingan konseling berupa mengembangkan kemampuan dan minat peserta didik, memberi bimbingan secara kelompok, hingga memberikan informasi yang dibutuhkan peserta didik.

Demikianlah contoh administrasi kepala sekolah baik untuk SD termasuk SMP, SMA.

Terima kasih telah berkunjung. Semoga bermanfaat.

Contoh Jurnal Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus Judul Pendidikan Inklusif

 Jurnal Pembelajaranku - Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Judul : Pendidikan Inklusif

Nama            : ...............................

Unit Kerja    : ...............................

Jabatan         : ...............................

LPTK           : ...............................

NIM             : ...............................

Jurusan : PPG Dalam Jabatan Angkatan 1 Tahun 2024

Pengertian Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus diartikan sebagai individu-individu yang memiliki karakteristik yang berbeda dari individu lainnya yang dipandang normal oleh masyarakat pada umumnya. Pendidiksn anak berkebutuhan khusus merupakan pendidikan inklusif, dimana suatu penyelenggaaan pendiidkan yang memberikan kesempatan keleuasaan kepada siapa saja tidak pandang bulu, tidak memandang latar belakang yang berbeda, kondisi yang berbeda. Pendidikan inklusif dapat diperuntukan bagi siapa saja termasuk peserta didik yang berkebutuhan khusus atau keterbatasan.

Terkait pendidikan anak berkebutuhan khusus di SDN 2 Karyamukti Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut khususnya di kelas 6 tempat saya mengajar merupakan bagian penting untuk memahami karakteristik setiap peserta didik, karena dalam kelas walaupun berbeda baik itu keyakinan, fisik, gender, latar belakang keluarga, kemampuan, kelebihan peserta didik memiliki hak untuk belajar. Pendidikan ksusus ini akan menempatkan peserta didik dengan anak berkebutuhan khusus bersama dengan anak didik umumnya dalam satu ruangan kelas. Sehingga dengan adanya pendidikan anak berkebutihan khusus ini dapat mengembangkan potensi kepada anak-anak berkebutuhan khusus dalam lingkungan masyarakat umum.

Karena kondisi dari setiap peserta didik berbeda, maka dalam penyususnan perencanaan pembelajaran ada penyesuaian metode pengajaran suapaya dapat mudah mengerti dan dipahami oleh setiap peserta didik berkebutuhan khusus maupun peserta didik reguler. Karena diketahui setiap peserta didik memiliki potensi, bakat, minat yang berbeda, maka pendidikan inklusif ini perlu dikembangkan secara maksimal.

Tujuan Pendidikan Inklusif Anak Berkebutuhan Khusus

Tujuan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,

bermutu, dan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Pendidikan inklusif juga bertujuan untuk membantu anak berkebutuhan khusus membangun keterampilan hidup, kemandirian, dan kemampuan untuk membuat keputusan.

Tujuan Pendidikan Inklusif bagi Aabak Berkebutuhan Khusus diantaranya adalah :

1. Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

2. Menekan angka tinggal kelas dan putus sekolah, utamanya di jenjang sekolah dasar dan menengah.

3. Memenuhi hak asasi manusia untuk mendapatkan pendidikan yang setara.

4. Menciptakan lingkungan belajar yang saling menghargai keberagaman dan mendukung pengembangan kompetensi sosial, bahasa interaksi, dan keterampilan kognitif peserta didik .

5. Membantu mempercepat program wajib belajar pendidikan dasar.

6. Membantu meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah.

Prinsip Pendidikan Inklusif Anak Berkebuthan Khusus

Prinsip secara umum

Pendidikan inklusif adalah sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), untuk mengikuti pendidikan bersama-sama. Prinsip-prinsip pendidikan inklusif mencakup :

1. Keberagaman

Pendidikan inklusif harus menerima keanekaragaman dan menghargai perbedaan.

2. Berbasis potensi

Pendidikan inklusif harus memberikan kesempatan kepada peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa.

3. Melibatkan siswa

Pendidikan inklusif harus melibatkan semua peserta didik, termasuk ABK, dalam proses belajar-mengajar.

4. Melibatkan pemangku kepentingan

Pendidikan inklusif harus melibatkan semua komponen yang terkait, terutama dengan berkolaborasi pada sesama guru dan non-guru guna mendapatkan kualitas pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Prinsip secara Khusus

Prinsip khusus pendidikan inklusif bagi ABK terkait dengan pelaksanaan pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi anak, seperti tunanetra, tunarungu, CIBI, tunagrahita, tunadaksa, serta tunalaras. Prinsip-prinsip khusus ini dapat mencakup :

1. Prinsip skala perkembangan mental, yang menekankan pada pemahaman guru mengenai usia kecerdasan anak tunagrahita.

2. Prinsip kecekatan motorik, yang menekankan pada kemampuan anak tunagrahita untuk mempelajari sesuatu dengan melakukannya.

Alur Pelaksanaan Pendidikan Inklusif

Alur kegiatan dapat diartikan sebagai urutan langkah atau proses yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan atau hasil akhir dari suatu kegiatan atau proyek. Alur kegiatan biasanya terdiri dari beberapa tahapan atau langkah yang saling terkait dan memiliki ketergantungan satu sama lain.

Semua peserta didik memiliki hak untuk mengakses pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan mereka. Pendidikan inklusif adalah konsep yang dikembangkan dari hak fundamental ini, tetapi dalam praktiknya membutuhkan alur penanganan yang praktis seperti gambar skema di bawah ini :

Manajemen Pembelajaran Inklusif
Manajemen pembelajaran inklusif di sekolah dasar (SD) adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pendidikan inklusif. Proses ini menggunakan fasilitas yang tersedia, seperti personel, material, dan spiritual, untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Evaluasi pendidikan inklusif dilakukan untuk menilai apakah kegiatan yang telah dilakukan telah mencapai tujuan yang ditetapkan.
Manajemen pendidikan inklusif adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan untuk menyelenggarakan sistem pendidikan inklusif.
1. Faktor-faktor pendukung
Faktor-faktor yang mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus antara lain:
1. Komitmen: Komitmen dari kepemimpinan, manajemen, dan seluruh pendidik.
2. Kesatuan cara pandang: Kesatuan cara pandang dan sikap positif dari seluruh penyelenggara sekolah.
3. Prinsip-prinsip khusus: Prinsip-prinsip khusus yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
4. Perasaan diterima: Anak didik memiliki perasaan diterima dan dihargai di lingkungan sekolah.
Selain itu, faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus antara lain:
1. Pelatihan
2. Faktor sikap guru
3. Faktor pengetahuan guru tentang pendidikan inklusi
4. Komunikasi dan interaksi guru dan siswa
5. Tuntutan orang tua
6. Infrastruktur yang memadai
2. Universal design for learning dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif
UDL dapat membantu para pendidik merancang pengalaman yang bermanfaat bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. UDL dapat digunakan untuk mengatasi kelas inklusif, di mana berbagai kebutuhan peserta didik harus dipenuhi.
UDL memberikan semua siswa kesempatan yang sama untuk berhasil. UDL menyediakan serangkaian saran konkrit yang dapat diterapkan pada setiap komponen pembelajaran. UDL dapat membantu para pendidik untuk:
1. Menyesuaikan makna dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
2. Memberikan peserta didik lebih dari satu cara untuk berinteraksi dengan materi dan menunjukkan apa yang mereka ketahui.
3. Menyediakan pilihan dan dukungan sehingga setiap orang dapat belajar, berkreasi, dan berbagi dengan cara yang sesuai untuk mereka.
4. Mengembangkan lingkungan belajar yang fleksibel, di mana informasi disajikan dalam berbagai cara, siswa terlibat dalam pembelajaran dalam berbagai cara, dan siswa diberikan pilihan ketika mendemonstrasikan pembelajaran mereka.
5. Membuat materi dapat diakses oleh siswa dalam berbagai format, seperti lembar kerja online dan dapat dicetak, buku audio dan buku tradisional, dan banyak lagi.
3. Merencanakan pembelajaran desain universal dalam mengakomodir keragaman peserta didik.
Rancangan Pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus desain pembelajaran yang memiliki sifat inklusif, yaitu adanya upaya untuk mengakomodasi semua kebutuhan hambatan belajar peserta didik yang sangat beragam. Dalam pendidikan inklusif ada beberapa konsep yang dikembangkan, yaitu konsep tentang anak, konsep tentang sistem pendidikan, atau sekolah, konsep tentang keberagaman dan diskriminasi, serta konsep tentang sumber daya.
Asesmen formatif yaitu asesmen diawal pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui kesiapan peserta didik untuk mempelajari materi ajar dan mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Asesmen ini termasuk dalam katagori asesmen formatif karena ditujukan untuk kebutuhan guru dalam merancang pembelajaran, tidak unruk keperluan penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaporkan dalam nilai raport peserta didik.

Refleksi
1. Apa yang Bapak/Ibu ketahui setelah mempelajari tentang pendidikan inklisf ?
2. Bagaimana bapak/ibu menerapkan pembelajaran inklusif di kelas?
3. Apa hasil yang didapat setelah bapak/ibu mempelajari pendidikan inklusif?

1. Yang saya ketahui tentang pendiidkan inkusif adalah :

Sistem pendiidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus, untuk mengikuti pendidikan secara bersama-sama.

Prinsip-prinsip pendidikan inklusip mencakup : keberagaman, berbasis potensi, melibatkan seluruh peserta didik termasuk tang berkebutuhan khusus, melibatkan pemangku kepentingan semua komponen yang terkait. Prinsip secara khususnya adalah prinsip skala perkembangan mental dan prinsip kecekatan motorik.

2. Dalam menerapkan pembelajaran di kelas sebagaimana halnya tugas seorang guru yaitu :

Tidak membedakan antara anak berkebutuhan khusus dan anak peserta didik reguler, pembelajaran variatif dan kolaboratif, artinya setiap kegiatan dilakukan disesuaikan dengan kepribadian dan minat, bakat masing-masing peserta didik.

Selanjutnya 1) menciptakan iklim belajar yang kodusif, (2) Menyusun dan melaksanakan asesmen akademik dan non akademik pada semua anak; (3) Menyusun PPI bersama GPK; (4) Melaksanakan kegiatan pembelajaran dan penilaian; (5) Memberikan program penyayaan.

3. Pendidikan inklusif bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan ramah bagi semua siswa. Melalui pendidikan inklusif, peserta didik dapat memperoleh manfaat seperti:

1. Menumbuhkan rasa toleransi terhadap sesama

2. Dapat menghargai menghargai perbedaan

3. Mengurangi sikap diskriminatif terhadap golongan tertentu

4. Mengembangkan moral anak

5. Meningkatkan kemampuan sosial dan komunikasi

6. Mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran

7. Mengembangkan sikap toleransi

8. Melatih kepekaan sosial

9. Memunculkan rasa percaya diri melalui penerimaan dan pelibatan dalam kelas

Pendidikan inklusif juga dapat membantu guru/pengajar untuk mengakomodasikan suasana kelas agar tetap positif dan akomodatif terhadap semua anak didiknya dengan berbagai perbedaan.

DOKUMEN SISWA

UMPAN BALIK SISWA


UMPAN BALIK GURU



Ingin membaca dengan lengkap, silahkan kami tampilkan bawah ini.
Bapak Ibu Guru yang sedang melaksanakan PPG, mungkin memerlukan sebagai bahan refensi, semoga Contoh Jurnal Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan Judul : Pendidikan Inklusif ini salah satu diantara sekian banyak yang diharapkan yang sedang melaksanakan Program Pendidikan Guru.
Sekian dan terima kasih.

Contoh Jurnal Pembelajaran Sosial Emosional

 JURNAL PEMBELAJARANKU - PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL

Nama : Yanti Parida

LPTK : Universitas Ahmad Dahlan

Jurusan : Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu Tahap 1

Tahun 2024

JUDUL : MENERAPKAN RENCANA PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL

A. PENDAHULUAN

Setelah saya mempelajari materi Pembelajaran Sosial Emosinal di Platform Merdeka Mengajar (PMM) untuk peserta Piloting Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Guru Tertentu, saya berencana untuk menerapkan pembelajaran berbasis sosial emosional di kelas saya yaitu di Kelas VI SDN 2 Karyamukti sesuai dengan wawasan baru yang sudah saya dapatkan.

Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) merupakan proses penting yang membantu peserta didik dalam mengembangkan keterampilan serta sikap untuk memahami dirinya sendiri, mengelola emosi, berempati, dan membangun hubungan yang positif. Dengan mengintegrasikan PSE dalam kegiatan pembelajaran, saya yakin dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan holistik peserta didik serta meningkatkan kesejahteraan psikologis seluruh satuan pendidikan. Pembelajaran yang didasari prinsip sosial emosional ini tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan sosial emosional yang esensial untuk kehidupan para peserta didik.

B. PENGERTIAN PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL (PSE)

Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) yaitu sebuah proses di mana kita dapat memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk mengembangkan identitas yang sehat, mengelola emosi, mencapai tujuan pribadi dan kolektif, merasakan dan menunjukkan empati terhadap orang lain, membangun dan memelihara hubungan yang mendukung, serta membuat keputusan yang bertanggung jawab dan penuh rasa kepedulian. PSE terdiri dari 5 (lima) kompetensi utama, yakni : 1) kesadaran diri, 2) manajemen diri, 3) kesadaran sosial, 4) keterampilan berhubungan, dan 5) pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Inilah penjelasan dari 5 kompetensi utama adalah sebagai berikut :

1. Kesadaran Diri (Self-Awareness) merupakan kemampuan untuk memahami dan mengenali emosi, pikiran, dan nilai-nilai pribadi yang mempengaruhi perilaku. Ini termasuk mengenali kekuatan dan kelemahan diri, serta bagaimana perasaan dan reaksi pribadi mempengaruhi interaksi dengan orang lain.

2. Manajemen Diri (Self-Management) juga merupakan kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku secara efektif dalam berbagai situasi. Ini mencakup kemampuan untuk

mengatur stres, mengendalikan dorongan, dan menjaga motivasi untuk mencapai tujuan pribadi dan profesional.

3. Kesadaran Sosial (Social Awareness) yakni kemampuan untuk memahami perspektif dan emosi orang lain serta berempati terhadap mereka. Ini termasuk mengenali dan menghargai keberagaman budaya dan latar belakang serta memahami dinamika sosial dalam kelompok.

4. Keterampilan Berhubungan (Relationship Skills) adalah kemampuan untuk membangun dan memelihara hubungan yang sehat dan mendukung dengan orang lain. Ini meliputi keterampilan komunikasi, kerja sama, resolusi konflik, dan membangun hubungan yang positif dalam berbagai situasi sosial.

5. Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab (Responsible Decision-Making) juga merupakan kemampuan untuk membuat pilihan yang konstruktif dan bermanfaat dalam berbagai situasi. Ini mencakup mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan, mengevaluasi berbagai opsi, dan membuat keputusan yang mendukung kesejahteraan diri dan orang lain.

Setiap kompetensi ini saling berkaitan dan penting untuk diterapkan di dalam pembelajaran di berbagai fase.

C. PENERAPAN PSE DALAM PEMBELAJARAN DAPAT DILAKUKAN MELALUI :

a. Pembukaan yang hangat, misalnya menyambut siswa dengan senyuman dan sapaan, menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung.

b. Kegiatan melibatkan siswa, contohnya menggunakan metode pembelajaran yang interaktif seperti bermain peran, diskusi kelompok, dan aktivitas refleksi diri.

c. Dan mengakhiri pelajaran dengan kegiatan yang positif, memberikan pujian, dan mendorong siswa untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Jika dilakukan dengan tepat, penerapan pembelajaran sosial emosional juga akan dapat proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Misalnya pada dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang tercantum dalam Profil Pelajar Pancasila tersebut, kompetensi kesadaran diri dapat membantu peserta didik dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai spiritual, sementara keterampilan sosial mendukung siswa dalam membangun hubungan yang positif dan lerja sama.

Rancangan Pembelajaran dengan Prinsip Pembelajaran Sosial Emosional
Berikut ini adalah rancangan pembelajaran dengan prinsip Pembelajaran Sosial Emosional yang saya terapkan di kelas.
Mata Pelajaran     : Bahasa Indonesia
Kelas                    : 6
Topik                    : Memahami teks dan cerita anak yang dibacakan/didengar
Tujuan Pembelajaran:
• Melalui cerita anak yang diperdengarkan, siswa mampu mengidentifikasi cerita anak dengan tepat.
• Melalui cerita anak yang diperdengarkan, siswa dapat menyimpulkan pertanyaan sesuai dengan ceita yang didengar dengan tepat.
Pembukaan (15 menit)
• Kegiatan: Pembukaan yang Hangat
o Guru menyapa setiap siswa dengan senyuman dan kata sapaan seperti "Selamat pagi, anak-anak!".
o Guru mengajak siswa untuk duduk dalam lingkaran dan menyapa teman di sebelahnya dengan kata sapaan yang sopan.
o Guru mengucapkan terima kasih kepada siswa yang telah datang dengan semangat dan mengingatkan pentingnya saling menyapa dengan sopan.
1. Guru mengondisikan siswa agar siap menerima materi ajar.
“Selamat pagi, namo buddahaya. Anak-anak sudah siap untuk memulai pelajaran hari ini?”
Karakter siswa : Rasa hormat dan perhatian
2. Guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab tentang pelajaran yang akan diterima dan menyampaikan SK dan KD nya.
“Hari ini kita akan belajar mengenai apa itu pengertian dari cerita anak beserta unsur-unsurnya. Namun, sebelumnya Bapak ingin menanyakan apakah di sini sudah pernah mengikuti ujian mendengarkan?”
Karakter siswa : Percaya diri
3. Guru menyampaikan prosedur pembelajaran yakni menjelaskan materi serta tahap yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran hari ini.
“Hari ini ibu akan menjelaskan pengertian cerita anak kemudian ibu akan jelaskan apa saja unsur dalam cerita anak, setelah itu ibu akan berikan kalian latihan-latihan soal”
Karakter siswa : Perhatian dan Antusias
Kegiatan Inti (40 menit)
Kegiatan 1: Mengenalkan Kata Sapaan (10 menit)
o Siswa diberikan penjelasan tentang cerita anak dan unsur-unsurnya
o “Cerita anak memiliki berbagai unsur dan unsur ini sama halnya dengan unsur dalam karya-karya yang lain yaitu tokoh, latar amanat dan lain-lain”.
o Karakter siswa : Perhatian, Antusias, dan Tekun
Kegiatan 2: Bermain Peran (15 menit)
o Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil.
o Setiap kelompok diberikan situasi tertentu (misalnya, tentang cerita anak) dan diminta untuk bermain peran “kelompok satu menceritakan isi cerita kelompok lain mendengarkan” sesuai yang telah diajarkan.
o Setiap kelompok akan menampilkan hasil bermain peran mereka di depan kelas.
o Siswa mendengarkan cerita anak yang dibacakan guru/dari rekaman.
o “Sekarang silakan dengarkan rekaman berikut dengan cermat”
o Karakter siswa : Perhatian dan Antusias
Kegiatan 3: Diskusi Kelompok (15 menit)
o Siswa duduk dalam lingkaran besar dan mendiskusikan pengalaman mereka tentang unsur cerita anak yang dibacakan.
o Guru mengajukan pertanyaan seperti "Bagaimana ketika teman kamu membaca isi bacaan?", "Apa yang kamu lakukan jika temanmu menceritakan kembali isi bacaan?".
o Siswa diminta untuk berbagi pengalaman dan memberikan pendapat mereka.
o Siswa mengidentifikasi unsur-unsur cerita anak yang dibacakan.
o “Baik setelah tadi kalian mendengarkan rekaman kemudian selanjutnya adalah menjawab pertanyaan yang telah disediakan di buku paket kalian”
o Karakter siswa : Tekun, Disiplin, dan Teliti.
Kegiatan Penutup (10 menit)
Kegiatan: Penutup yang Membuat Siswa Optimis
o Guru memberikan pujian kepada seluruh siswa atas partisipasi mereka dalam pembelajaran.
o Guru menyimpulkan pelajaran dengan menekankan pentingnya penggunaan kata sapaan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana hal ini membantu membangun hubungan yang baik.
o Guru mengajak siswa untuk berjanji menggunakan kata sapaan yang sopan setiap hari.
o Guru menutup pelajaran dengan permainan singkat "Sapaan Berantai", di mana satu siswa memulai dengan menyapa temannya, dan temannya melanjutkan menyapa siswa berikutnya, hingga seluruh kelas telah disapa.

Penerapan dan Refleksi
Ketika saya menerapkan rancangan pembelajaran di atas di kelas 6 SDN 2 Karyamukti Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, siswa tampak antusias dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan. Mereka memahami cerita yang dibacakan oleh temannya, dan menunjukkan peningkatan dalam kesadaran diri dan sosial mereka. Suasana kelas menjadi lebih positif dan mendukung.
FOTO DOKUMENTASI MENGAJAR DI DALAM KELAS
Dari kondisi yang saya hadapi, saya jadi tahu bahwa siswa kelas 6 yang saya ampu sangat responsif terhadap pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Mereka lebih mudah memahami konsep melalui pendengaran dan bermain peran. Dan yang paling penting, mereka menunjukkan peningkatan dalam kesadaran sosial dan empati dari kegiatan yang saya lakukan.

Berdasarkan hal tersebut, saya akan terus menggunakan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan melibatkan siswa secara aktif. Saya akan mencoba memperluas metode pembelajaran dengan menambahkan lebih banyak aktivitas bermain peran dan diskusi kelompok. Pendekatan ini akan membantu siswa mengembangkan kesadaran diri, manajemen diri, dan keterampilan sosial mereka, serta mendukung pengembangan karakter yang baik sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Saya sebagai teacher/guru, mendengarkan dan visualisasi adalah hal yang sangat memegang peranan, selain mengajukan pertanyaan yang memacu pemikiran yang kreatif cukup banyak memegang peranan.

Pada dasarnya seorang guru, bisa membuat peserta didik :
1. Menentukan target aya yang harus dikerjakan
2. Memahami dukungan dan hambatan
3. Mencari alternative
4. Membuat strategi pemecahan masalah
5. Menetapkan tindakan yang akan di lakukan
6. Menemukan ide dan solusi dengan coaching/pembinaan
Dari pengalaman mengajar dalam kelas, ternyata proses mendengarkan merupakan hal yang amat besar peranannya terhadap keberhasilan suatu proses coaching terhadap seluruh siswa. Selain itu sikap saya sebagai guru sekaligus sebagai coach yang cukup menunjang adalah sikap yang simpati, ramah, ikut menghayati kondisi peserta didik, bertanya, berbagi dan memberi semangat.
Jadi, dari proses pembinaan (coaching), penemuan “AHA” adalah yang amat diharapkan dan amat menyenangkan, baik guru (coach) maupun peserta didik yang dibina (coachee).

Umpan Balik dari Rekan Guru
Ketika saya menerapkan pembelajaran di atas, terdapat beberapa rekan guru yang saya minta untuk melakukan observasi atau mengati bagaimana kelas berlangsung ketika saya mengajar.
Berikut ini adalah umpan balik dari rekan guru ketika saya menerapkan pembelajaran sosial emosional di kelas:
Nama     : Awal Hudaeva Valentino, S.Pd
Kabatan : Guru Kelas 5

Selengkapnya dapat Bapak Ibu lihat pada tayangan berikut ini.

 


Semoga membantu Bapak Ibu yang sedang melaksanakan Program Pendidikan Guru (PPG) dalam membuat laporan jurnal pembelajaran, dan Jurnal Pembelajaranku-Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) yang saya buat ini dapat membantu sebagai referensi, sehingga memperlancar dalam penyususan muali dari awal sampai selesai tidak ada kendala yang berarti.
Semoga saja mendapat kelancaran. Aamiin


Contoh Jurnal Pembelajaranku-Jurnal Pembelajaran Diferensiasi

 Jurnal Pembelajaranku-Prinsip Pengajaran dan Asesmen

Aksi Nyata Jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas


Nama Guru         : ..............................

Nama Sekolah : ..............................

Mata Pelajaran : Matematika

Materi Pelajaran : Unsur-Unsur Lingkaran

Kelas / Semester : 6 / 1

Tahun Pelajaran : 2024/2025

A. PENGERTIAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan cara atau metode pengajaran yang mengakomodir kebutuhan siswa yang berbeda untuk mempelajari materi sesuai dengan kemampuan, minat, juga kebutuhan peserta didik masing-masing.

Selengkapnya dapat dibaca di bawah ini.


Dalam pembelajaran berdiferensiasi guru harus secara aktif membedakan 3 aspek, yaitu aspek metode/cara/konten materi apa yang akan diajarkan kepada peserta didik, aspek sumber daya/proses yaitu peserta didik melakukan kegiatan pengalaman yang bermakna di dalam kelas, dan aspek asesmen yaitu untuk penilaian/evaluasi/produk untuk memberikan keleluasaan kepada setiap peserta didik untuk menampilkan atau meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil siswa bersangkutan secara jelasnya untuk mengukur ketercapaian tujuan pembeljaran. Ketiga aspek tersebut digunakan oleh guru, tentunya yakni supaya peserta didik dapat mengetahui bahan pelajaran yang mereka pelajari dan untuk memenuhi individu setiap peserta didik yang tentunya tidak sama atau berbeda.

Dalam pembelajaran berdiferensiasi ada lima prinsip dasar yang membantu guru untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, diantaranya : 1) lingkungan belajar, 2) kurikulum yang berkualitas, 3) asesmen berkelanjutan, 4) pengajaran yang responsif, dan 5) kepemimpinan guru dan rutinitas di kelas.

Pembelajaran berdiferensiasi yang harus diperhatikan guru tentang 3 aspek keragaman peserta didik yang berbeda, yaitu : 1) kesiapan, 2) minat, dan 3) profil belajar.

B. STRATEGI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

1. Guru melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan 3 (tiga) aspek yaitu : kesiapan belajar, minat belajar, dan profil bealar peserta didik. (misalnya guru melakukan tanya jawab/wawancara, observasi, atau memberikan lembar kuisionar, dan lainnya)

2. Berdasarkan hasil pemetaan guru merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan menampilkan berbagai pilihan baik strategi/cata/metode, materi, dan cara belajar.

3. Setelah pembelajaran berlangsung, guru melakukan evaluasi dan refleksi

Tentu saja dalam pembelajaran berdiferensiasi ada kendali dan control guru yang terdiri dari 3 aspek yaitu konten, proses, dan prpduk. Guru dapat menentukan bagaimana konten, proses, maupun produk dengan melihat profil anak didik yang ada di kelasnya. Diferensiasi konten, proses dan produk merupakan strategi dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan, minat, dan juga kebutuhan peserta didik. Dengan demikan demikian, materi, kegiatan, dan hasil belajar dapat lebih relevan bagi setiap peserta didik.

Ketiga aspek ini, baik konten, proses, dan produk secara jelasnya sebagai berikut :

a. Konten

Diferensiasi konten dalam pembelajaran mengacu kepada isi atau materi pelajaran itu sendiri, guru memberikan materi pelajaran yang berbeda kepada kelompok peserta didik yang berbeda, disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan pemahaman masing-masing peserta didik.

b. Proses

Diferensiasi proses pembelajaran ini berkaitan dengan metode atau cara siswa memahami atau memperoses materi pelajaran, guru bisa memberikan tugas yang sama kepada seluruh peserta didik, tetapi peserta didik memiliki fleksibilitas cara atau memproses materi itu sendiri, sehingga mereka memahami apa yang mereka pelajari.

c. Produk

Guru merancang produk yang akan dikerjakan oleh peserta didik sesuai dengan kemaampuan pengetahuan, pemahaman, keterampilan yang harus dikerjakan. Selanjutnya guru menentukan kriteria penilaian dalam rubrik sehingga peserta didik mengetahui apa yang akan dinilai, bagaimana kualias yang diharapkan dari setiap aspek yang harus ditempuh oleh mereka.

Produk ini biasanya merupakan tahap akhir pembelajaran untuk mengetahui baik sikap, pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman peserta didik setelah membahas dan menyelesaikan materi pelajaran selama satu semester di sini khusus peserta didik menyelesaikan satu unit pembelajaran.

Produk dapat dikerjakan secara perorangan maupun kelompok. Apabila produk ini dikerjakan secara kelompok, maka system penilaiannya harus adil berdasarkan kontribusi masing-masing anggota dalam kelompok tersebut.

Lain lagi dengan performance task/assesments dalam sumatif mencakup penilaian atau evaluasi satu unit pelajaran atau satu abab, satu tema, dan ini biasanya diselesaikan di dalam kelas, pengerjaanya pun singkat dari produk.

Guru juga perlu menjelaskan bagaimana peserta didik dapat mempresentasikan produknya sehingga mereka dapat melihat produk yang dibuat. Produk yang dikerjakan oleh peserta didik tentunya harus berdiferensiasi, sesuai dengan kesiapan, minat, dan data tentang karakteristik setiap peserta didik yang mempengaruhi gaya dan cara belajarnya. Ini mengacu pada cara-cara terbaik bagi setiap individu untuk belajar. Tujuannya yaitu memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk belajar secara natural dan efisien.

C. RANCANGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

1. Materi Pelajaran Matematika yaitu tentang unsur-unsur lingkaran.

2. Guru merancang pembelajaran diferensiasi produk yakni menerangkan kembali gambar lingkaran beserta unsur-unsurnya.

3. Guru menyediakan dan memberikan selebar kertas kepada peserta didik ini sebagai tes awal atau free tes/asesmen awal, yaitu berupa kuisioner sebagai penelitian yang berisi serangkaian pertanyaan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi dari peserta didik. (lebar kuisioner terlampir).

4. Guru beserta peserta didik bersama-sama membahas kuisioner yang telah dikerjakan.

5. Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) tentang lingkaran dan unsur-unsurnya.

6. Guru melakukan evaluasi/menilai hasil Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

7. Siswa menyajikan hasil pekerjaannya sebagai produk, dan peserta didik lainnya menulis jawaban di papan tulis.

8. Guru melakukan refleksi pembelajaran sebagai umpan balik dari peserta didik, dan rekan guru teman sejawat.

D. MELAKUKAN EVALUASI / PENILAIAN BERKELANJUTAN DAN REFLEKSI

Guru melakukan evaluasi kepada pseserta didik untuk menilai pengalaman belajar yang telah selesai dilaluinya.

Evaluasi ini merupakan sebagai proses untuk menemukan nilai layanan, informasi, atau produk, apakah sudah sesuai dengan target yang diharapkan peserta didik. Evaluasi ini juga merupakan pengumpulan dan pengamatan sebagai bukti untuk mengukur dampak dan efektivitas dari suatu konten, proses, dan produk yang berkaitan dengan spesifikasi hasil kerja peserta didik yang telah ditentukan sebelumnya.

Dalam pelaksanaan pembelajaran diferensiasi konten, proses, dan produk, juga evaluasi/penilaian akhir, untuk memperoleh umpan balik berkelanjutan.

Proses dari evaluasi yang dilakukan ini mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan hasil. Ini akan menjadi bahan refleksi diri. Refleksi ini dilakukan merupakan aktivitas untuk berfikir secara evaluatif terhadap hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

Refreksi diri ini merupakan bagian dari suatu proses untuk intropeksi diri, melihat dan merenung kembali dari berbagai hal yang sudah dilalui khusunya dalam proses pembelajaran dari awal sampai akhir. Saya melakukan refleksi ini untuk mendapatkan seperti pengalaman, kebiasaan, dan menentukan keputusan. Dengan refleksi diri diharapkan dapat menjadi pemantik sekaligus pengingat untuk menjalani segala sesuatu baik dalam konten, proses, produk, hasil evaluasi/penilaian pembelajaran berkelanjutan agar berusaha lebih baik lagi.

Dalam tahap evaluasi ini saya memberikan pertanyaan-pertanyaan refleksi kepada para peserta didik. Setelah pembelajaran selesai saya membagikan pertanyaan-pertanyaan kepada rekan guru teman sejawat unyuk mendapatkan umpan balik ini juga sebagai bahan refleksi dalam menentukan pembelajaran selanjutnya agar lebih baik.

Dokumen Evaluasi/Penilaian Awal


Pajangan Hasil Kerja Peserta Didik
Dokumen Hasil Lemvar Kerja Peserta Dididk (LKPD)
Photo Dokumen Proses Pembelajaran Peserta Didik
Umpan Balik dari Peserta Didik

Dokumen Rekan Guru
Umpan Balik dari Rekan Guru Teman Sejawat


Demikianlah Contoh Laporan Jurnal Pembelajaran Diferensiasi yang dapat admin tulis pada kesempatan ini.


Terimas kasih sudah berkunjung.

Artikel Pembelajaran Diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Artikel Pembelajaran Diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

 Kurikulum Merdeka sangat identik dengan pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik, begitu juga dengan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar peserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap peserta didik mempunyai karakteristik yang berbeda, sehingga tidak diberi perlakuan yang sama dalam proses pembelajaran. Dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi guru harus mempersiapkan pembelajaran dengan berbagai perlakuan dan tindakan yang berbeda untuk setiap peserta didik. Tujuan dibuatnya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembelajaran diferensiasi pada kurikulum merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif serta cenderung menggunakan analisis. Hasil dari penelitian ini yaitu diferensiasi proses mengacu kepada cara guru dalam mengajak peserta didik untuk masuk ke dalam kegiatan pembelajaran dan menemukan pengetahuan mereka secara mandiri dalam proses tersebut. Guru dituntut untuk menyiapkan pertanyaan pemantik, materi yang menarik, serta menantang agar peserta didik menikmati proses yang disajikan oleh guru. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain adalah lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik. Peserta didik tidak harus menerima pembelajaran di dalam kelas dengan guru sebagai satu-satunya sumber belajar, tetapi bisa dilakukan di luar kelas dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar secara maksimal.

Kata kunci: pembelajaran diferensiasi, kurikulum merdeka.

PENDAHULUAN

Menurut Schöllhorn (2000) pembelajaran diferensial adalah model pembelajaran motorik yang dicangkokkan pada pentingnya variabilitas gerakan dan berakar pada teori sistem dinamis gerakan manusia. Dari beberapa penelitian disebutkan bahwa pembelajaran diferensiasi banyak diadopsi dalam konteks pembelajaran yang bersifat motoric (Beckmann & Schöllhorn, 2006; Wagner & Müller, 2008; Reynoso, Solana, Vaillo, & Hernandez, 2013). Baru-baru ini Gray (2020) juga melaporkan bahwa pendekatan pembelajaran diferential dirancang untuk mendorong organisasi diri (self- organizing). embelajaran berdiferensiasi sejalan dengan filosofi pemikiran pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar anak mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Menurut Walsh, 2017) belajar mandiri adalah proses di mana individu mengambil inisiatif, dengan atau tanpa bantuan orang lain, dalam dan pustaka lain dengan cara dibaca.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Pembelajaran berdiferensiasi adalah cara atau upaya yang dilakukan guru untuk memenuhi kebutuhan dan harapan murid.

Hal ini sejalan dengan pendapat Tomlinson (2000), pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa. Bukan pula memberikan tugas yang berbeda untuk setiap anak. Pembelajaran berdiferensiasi juga bukanlah sebuah proses pembelajaran yang semrawut. Secara sederhana pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid (Kusuma, & Luthfah, 2020:11). Adapun tujuan pembelajaran berdiferensiasi menurut Marlina (2019: 8) sebagai berikut.

1. Untuk membantu semua siswa dalam belajar agar guru bisa meningkatkan kesadaran terhadap kemampuan siswa, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai oleh seluruh siswa.

2. Untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa agar siswa memperoleh hasil belajar yang sesuai dengan tingkat kesulitan materi yang diberikan.

3. Untuk menjalin hubungan yang harmonis antara guru dan siswa karena pembelajaran berdiferensiasi meningkatkan relasi yang kuat antar gutu dan siswa.

4. Untuk membantu siswa menjadi pelajar yang mandiri.

Untuk meningkatakan kepuasan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.

Diskusi Hasil Penelitian

Menurut Schöllhorn pembelajaran diferensial adalah model pembelajaran motorik yang dicangkokkan pada pentingnya variabilitas gerakan dan berakar pada teori sistem dinamis gerakan manusia. Pembelajaran berdiferensiasi sejalan dengan filosofi pemikiran pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan belajar mandiri adalah proses di mana individu mengambil inisiatif, dengan atau tanpa bantuan orang lain, dalam mendiagnosis kebutuhan belajar mereka, merumuskan tujuan, mengidentifikasi sumber daya manusia dan materi untuk belajar, memilih dan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai, dan mengevaluasi hasil pembelajarannya. Pada akhirnya siswa akan bisa belajar sesuai dengan kemampuannya masing- masing. pada kelas yang menerapkan pembelajaran diferensiasi, pembentukan kelompok akan bersifat fleksibel, di mana siswa yang memiliki kekuatan dalam bidang tertentu akan bergabung dan bekerjasama dengan teman-temannya yang lain. Siswa yang kuat dalam suatu bidang belum tentu memiliki kekuatan yang sama dalam bidang lain. Misalnya, mungkin siswa tersebut akan memiliki kekuatan dalam memahami suatu bacaan, belum tentu dalam menulis, ia akan bisa menulis dengan ejaan yang benar atau menuliskan kalimat dengan tepat atau bisa juga mengalami kelemahan dalam berhitung dan lain-lain. Siswa harus terlibat secara aktif dalam pembelajaran tersebut baik secara individual ataupun kelompok.

Menurut Suryosubroto (1996: 72) keaktifan siswa dapat terlihat dari: berbuat sesuatu untuk memahami materi pelajaran dengan penuh keyakinan, mempelajari, memahami, dan menemukan sendiri bagaimana memperoleh situasi pengetahuan merasakan sendiri bagaimana tugas- tugas yang diberikan oleh guru kepadanya, belajar dalam kelompok, mencoba sendiri konsep-konsep tertentu, mengkomunikasikan hasil pikiran, penemuan dan penghayatan nilai-nilai secara lisan atau penampilan. Dengan demikian, keberhasilan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi tergantung pada peran guru dalam mengelola pembelajaran.

SIMPULAN
Pembelajaran berdiferensiasi adalah cara atau upaya yang dilakukan guru untuk memenuhi kebutuhan dan harapan murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa. Pembelajaran berdiferensiasi juga bukanlah sebuah proses pembelajaran yang semrawut.
Secara sederhana pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Adapun tujuan pembelajaran berdiferensiasi menjalin hubungan yang harmonis antara guru dan siswa karena pembelajaran berdiferensiasi meningkatkan relasi yang kuat antar gutu dan siswa.

Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka

Kata Pengantar

Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara harus diinternalisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui gerakan Merdeka Belajar telah berkomitmen untuk terus mengedepankan Pendidikan Pancasila sebagai bagian dari penguatan profil Pelajar Pancasila.

Pendidikan Pancasila dalam Kurikulum Merdeka bertujuan membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Pembelajaran Pendidikan Pancasila di satuan pendidikan diaplikasikan melalui praktik belajar kewarganegaraan yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, telah disusun buku teks utama Pendidikan Pancasila yang terdiri dari Buku Siswa dan Buku Panduan Guru. Keduanya merupakan salah satu sumber belajar utama untuk digunakan oleh satuan pendidikan pelaksana Kurikulum Merdeka. Buku yang dikembangkan saat ini mengacu pada Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka yang memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan potensi dan minat peserta didik sesuai karakteristiknya masingmasing.

Buku teks utama Pendidikan Pancasila disajikan dalam bentuk berbagai aktivitas pembelajaran untuk mencapai kompetensi dalam Capaian Pembelajaran.

Dalam pengembangan buku teks utama Pendidikan Pancasila, Kemendikbudristek berkoordinasi dan bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai badan yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pembinaan ideologi Pancasila. BPIP memiliki kewenangan dalam memastikan muatan pembelajaran Pancasila dalam buku, mencerminkan dan memperkuat nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan ideologi negara. Kerja sama antara Kemendikbudristek dan BPIP dalam pengembangan buku teks utama Pendidikan Pancasila memungkinkan pengintegrasian pemahaman yang mendalam tentang Pancasila serta praktiknya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bemegara.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan bekerja sama dalam proses penyusunan buku teks utama Pendidikan Pancasila. Besar harapan kami agar buku ini dimanfaatkan sebagai pedoman semua satuan pendidikan di seluruh Indonesia dalam upaya melahirkan Pelajar Pancasila. Mari terus menguatkan Pendidikan Pancasila dengan semangat Merdeka Belajar untuk membentuk generasi penerus yang berintegritas, beretika, dan memiliki semangat kebangsaan.

                                                                        Jakarta, Juli 2023

                                                                        Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,

                                                                        Nadiem Anwar Makarim

Daftar Isi

Kata Pengantar ............................................................................................................................. iii

Kata Pengantar ............................................................................................................................. v

Prakata ........................................................................................................................................... vii

Daftar Isi ........................................................................................................................................ viii

Daftar Tabel ................................................................................................................................... x

Petunjuk Penggunaan Buku Guru .............................................................................................. xii

Perkenalan Tokoh ......................................................................................................................... xvi

Panduan Umum ................................................................................................................... 1

A. Pendahuluan ................................................................................................................. 2

B. Dimensi oPirl Pelajar Pan .c..a..s..i.l.a.......................................................................... 3

C. Karakteristik Pendidikan Pancasila .............................................................................. 9

D. Capaian Pembelajaran ................................................................................................. 10

E. Gambaran Peralihan PAUD-SD ..................................................................................... 12

F. Strategi Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar ............................... 14

G. Asesmen .......................................................................................................................... 16

H. Komponen Buku Siswa .................................................................................................. 19

I. Skema Pembelajaran .................................................................................................... 24

Panduan Khusus .................................................................................................................. 29

Bab 1 Aku dan Teman-Temanku ........................................................................................ 29

A. Pendahuluan ................................................................................................................. 30

B. Apersepsi ....................................................................................................................... 32

C. Konsep dan Keterampilan Prasyarat ........................................................................... 33

D. Penyajian Materi Esensial ............................................................................................. 33

E. Asesmen Awal Pembelajaran ....................................................................................... 35

F. Panduan Pembelajaran ................................................................................................. 37

G. Pengayaan dan Remedial ............................................................................................. 52

H. Interaksi dengan Orang Tua/Wali dan Masyarakat ................................................... 53

I. Asesmen ......................................................................................................................... 55

J. Kunci Jawaban ............................................................................................................... 64

K. Releksi ........................................................................................................................... 65

L. Sumber Belajar Utama .................................................................................................. 67

Bab 2 Aku Patuh pada Aturan ............................................................................................ 69

A. Pendahuluan ................................................................................................................. 70

B. Apersepsi ....................................................................................................................... 73

C. Konsep dan Keterampilan Prasyarat ........................................................................... 74

D. Penyajian Materi Esensial ............................................................................................. 74

E. Asesmen Awal Pembelajaran ....................................................................................... 75

F. Panduan Pembelajaran ................................................................................................. 77

G. Pengayaan dan Remedial ............................................................................................. 90

H. Interaksi dengan Orang Tua/Wali dan Masyarakat ................................................... 91

I. Asesmen ......................................................................................................................... 93

J. Kunci Jawaban ............................................................................................................... 97

K. Releksi ........................................................................................................................... 100

L. Sumber Belajar Utama .................................................................................................. 103

Daftar Isi

Bab 3 Aku Mengenal Indonesia.......................................................................................... 105

A. Pendahuluan ................................................................................................................. 106

B. Apersepsi ....................................................................................................................... 110

C. Konsep dan Keterampilan Prasyarat ........................................................................... 111

D. Penyajian Materi Esensial ............................................................................................. 112

E. Asesmen Awal Pembelajaran ....................................................................................... 115

F. Panduan Pembelajaran ................................................................................................. 118

G. Pengayaan dan Remedial ............................................................................................. 138

H. Interaksi dengan Orang Tua/Wali dan Masyarakat ................................................... 139

I. Asesmen ......................................................................................................................... 140

J. Kunci Jawaban ................................................................................................................ 143

K. Releksi ........................................................................................................................... 147

L. Sumber Belajar Utama .................................................................................................. 148

Bab 4 Aku dan Lingkunganku ............................................................................................ 149

A. Pendahuluan ................................................................................................................. 150

B. Apersepsi ....................................................................................................................... 153

C. Konsep dan Keterampilan Prasyarat ........................................................................... 155

D. Penyajian Materi Esensial ............................................................................................. 155

E. Asesmen Awal Pembelajaran ....................................................................................... 158

F. Panduan Pembelajaran ................................................................................................. 160

G. Pengayaan dan Remedial ............................................................................................. 182

H. Interaksi dengan Orang Tua/Wali dan Masyarakat ................................................... 183

I. Asesmen ......................................................................................................................... 184

J. Kunci Jawaban ............................................................................................................... 192

K. Releksi ........................................................................................................................... 196

L. Sumber Belajar Utama .................................................................................................. 198

Glosarium ...................................................................................................................................... 199

Daftar Pustaka ............................................................................................................................... 201

Indeks ............................................................................................................................................. 203

Proil Pelaku Perbukuan .............................................................................................................. 206

Petunjuk Penggunaan Buku Guru

Buku Pendidikan Pancasila Kelas 1 berisi pemaparan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat dipelajari oleh peserta didik sehingga memberikan pemahaman dasar kepada peserta didik agar mampu mempraktikkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Komponen dalam Buku Guru

Inilah Buku Pegangan Guru Pendidikan Pancasila untuk Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka. Semoga dapat bermanfaat bagi semua guru. Aamiin

Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka

Kata Pengantar

Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara harus diinternalisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui gerakan Merdeka Belajar telah berkomitmen untuk terus mengedepankan Pendidikan Pancasila sebagai bagian dari penguatan profil Pelajar Pancasila.

Pendidikan Pancasila dalam Kurikulum Merdeka bertujuan membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Pembelajaran Pendidikan Pancasila di satuan pendidikan diaplikasikan melalui praktik belajar kewarganegaraan yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, telah disusun buku teks utama Pendidikan Pancasila yang terdiri dari Buku Siswa dan Buku Panduan Guru. Keduanya merupakan salah satu sumber belajar utama untuk digunakan oleh satuan pendidikan pelaksana Kurikulum Merdeka. Buku yang dikembangkan saat ini mengacu pada Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka yang memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan potensi dan minat peserta didik sesuai karakteristiknya masingmasing.

Buku teks utama Pendidikan Pancasila disajikan dalam bentuk berbagai aktivitas pembelajaran untuk mencapai kompetensi dalam Capaian Pembelajaran.

Dalam pengembangan buku teks utama Pendidikan Pancasila, Kemendikbudristek berkoordinasi dan bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai badan yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pembinaan ideologi Pancasila. BPIP memiliki kewenangan dalam memastikan muatan pembelajaran Pancasila dalam buku, mencerminkan dan memperkuat nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan ideologi negara. Kerja sama antara Kemendikbudristek dan BPIP dalam pengembangan buku teks utama Pendidikan Pancasila memungkinkan pengintegrasian pemahaman yang mendalam tentang Pancasila serta praktiknya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bemegara.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan bekerja sama dalam proses penyusunan buku teks utama Pendidikan Pancasila. Besar harapan kami agar buku ini dimanfaatkan sebagai pedoman semua satuan pendidikan di seluruh Indonesia dalam upaya melahirkan Pelajar Pancasila. Mari terus menguatkan Pendidikan Pancasila dengan semangat Merdeka Belajar untuk membentuk generasi penerus yang berintegritas, beretika, dan memiliki semangat kebangsaan.

                                                                Jakarta, Juli 2023

                                                                Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,

                                                                Nadiem Anwar Makarim

Prakata

Halo, anak-anak hebat!

Selamat ya kalian sudah duduk di kelas satu SD.

Semoga kalian selalu sehat.

Buku ini akan membantu kalian belajar.

Di dalam buku ini, kalian dapat menemukan bacaan dan kegiatan pembelajaran yang menarik.

Kalian dapat memahami Pancasila melalui pengamatan atau melakukannya secara langsung di dalam kehidupan sehari-hari.

Kalian dapat melakukan kegiatan kerja bakti yang ada di dalam buku ini.

Ajaklah orang tua atau kakak kalian dalam kegiatan tersebut.

Anak-anak hebat, Jangan lupa untuk tetap beristirahat, berolahraga, bermain, dan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

Jaga kebersihan tubuh, lingkungan rumah dan sekolah kalian.

Selamat belajar!

                                                                                                Jakarta, Mei 2023

                                                                                                Tim Penulis

Daftar Isi

Kata Pengantar ............................................................................................... iii

Prakata ............................................................................................................. iv

Daftar Isi .......................................................................................................... v

Petunjuk Penggunaan Buku .......................................................................... vi

Pengenalan Tokoh .......................................................................................... viii

Bab 1 Aku dan Teman Temanku ............................... 1 
A. Aku Mengenal Diriku ................................................ 3

B. Aku Mengenal Teman-Temanku ............................. 13

C. Aku Mengenal Aturan Main Bersama Teman ........ 20

Bab 2 Aku Patuh Pada Aturan .................................. 37

A. Aturan dalam Keluargaku ........................................ 39

B. Aku Mematuhi Aturan di Rumah ............................ 50

C. Aku Peduli dengan Tempat Tinggalku ................... 59

Bab 3 Aku Mengenal Indonesia ................................ 75

A. Aku Mengenal Bendera Indonesia ......................... 77

B. Aku Mengenal Lagu Kebangsaan Indonesia ......... 90

C. Aku Mengenal Simbol Lambang Garuda Pancasila .. 100

Bab 4 Aku dan Lingkunganku .................................. 119

A. Aku Mengenal Lingkungan Tempat Tinggalku ....... 121

B. Aku Suka Bergotong Royong ..................................... 132

C. Aku Mengenal Lingkungan Sekolah ....................... 141

D. Aku Peduli Pada Lingkungan Sekolah .................... 151

Daftar Pustaka ................................................................................................. 167

Proil Pelaku Perbuk .u..a..n........................................................................... 170

Demikianlah Buku Pegangan Siswa Pendidikan  Pancasila Kelas 1 untuk SD Kurikulum Merdeka. Dengan adanya buku ini, mudah-mudahan dapat membantu kita semua, baik guru, orang tua siswa termasuk peserta didik sendiri sebagai generasi di masa yang akan datang.

Terima kasih.