Kumpulan Paket Soal-Soal dan Kunci Jawaban Orientasi Mooc Swajar ASN PPPK

 Sebagai informasi tentang kumpulan soal-soal dalam bentuk Soal Paket 1, Soal Paket 2, Soal Paket 3, Soal Paket 4, soal Paket 5, dan Soal Paket 6 kami sediakan di sini, untuk membantu Bapak Ibu dalam menghadapi Ujian  Akhir dalam pelaksanaan Orientasi MOOC P3K.

Soal-soal ini diambil dari adibdevia chanel yaitu sebanyak 6 paket soal yang kami kemas setiap paket terdiri dari 50 soal lengkap dengan kunci jawabannya.


Seseorang dalam akan megerjakan ujian supaya sukses maka harus terlebih dahulu minimal membaca soal-saol yang relevan dengan yang akan di ujikan.

Dengan banyak membaca soal-soal latihan maka akan mempermudah seseorang untukm mengerjakan soal-soal yang diujikan, dan hasilnya juga akan sesuai dengan yang diharapkan.

Misalnya penulis akan menampilkan salah satu paket soal yang nanti akan Bapak Ibu baca seperti berikut ini.

Paket 1 50 SOAL DAN KUNCI JAWABAN 
SWAJAR PPPK-MOOC PPPK 
Swakelola Belajar
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja 

Bentuk Soal Pilihan Ganda

 Silahkan baca dan kerjakan dengan memilih slah satu jawaban yang benar di depan huruf A, B, C, atau D !

1. Kompetensi terkait nilai dan tata cara berperilaku di dunia digital yang positif dan baik menurut Kominfo terkait dengan :

A. Digital culture B. Digital skills c. Digital safety D. Digital ethics

2. Salah satu penguatan infrastruktur backbone untuk percepatan digital di Indonesia adalah :

A. Persiapan kebutuhan SDM B. Perluasan kabel serat optik di dasar laut 

C. Perluasan akses dan infrastruktur digital D. Integrase pusat data nasional

3. Sebuah informasi yang tidak benar Namun orang yang menyebarkan percaya bahwa informasi tersebut adalah benar tanpa bermaksud membahayakan orang lain adalah definisinya dari ...

A. Misinformasi B. Malinformasi C. Uninformasi D. Disinformasi

4. Konsep kesenjangan digital pada awalnya meliputi pada hal hal berikut ini, kecuali

A. Kemampuan berbagi pesan digital B. Kemampuan memiliki perangkat

C. Kemampuan mendapat akses dan perangkat D. Kemampuan pengoperasian perangkat

5. Pengetahuan dasar mengamankan diri di dunia digital adalah sebagai berikut, kecuali

A. Pengamanan dari scam B. Pengamanan informasi valid C. Pengamanan perangkat keras D. Pemahaman echo chamber

6. Yang dimaksud dengan affordance dalam konteks digital adalah

A. Hambatan dalam akses internet B. Kemudahan vitur acommers

C. Kemudahan dalam akses internet D. Hambatan dalam perangkat dan akses internet

7. Kegagalan dalam mengoperasionalkan teknologi digital adalah satu ciri dari

A. Digital immigrant B. Digital native C. Digital savvy D. Digital outlaw

8. Beberapa istilah baru dengan adanya perkembangan ICT terkait model pembelajarran adalah sebagai berikut, kecuali

A. Web school B. User generated content C. Distance learning D. Elearning

9. Berikut adalah hak hak digital yang harus kita pahami, kecuali 

A. Hak untuk mengakses B. Hak untuk merasa aman C. Hak untuk mengatur perangkat D. Hak untuk berekspresi

10. Aktivitas membagikan data personal seseorang ke dunia maya adalah bentuk konten negatif

A. Doxing B. Hoax C. Cyberstalking D. Revenge Porn

11. Tiga Pilar utama dalam membangun Indonesia Digital Nation, kecuali

A. Infrastruktur Digital B. Pemerintah Digital C. Masyarakat Digital D. Ekonomi Digital

12. Model interaksi yang terjadi dalam governance adalah sebagai berikut, kecuali

A. Voluntary B. Non voluntary C. Kolaboratif D. Kerjasama

13. Sebagai ASN membiasakan belajarlah hal hal yang benar benar baru, dan lakukan secara terus menerus, dalam proses belajar yaitu

A. Learn B. Unlearn C. Relearn D. Self Study

14. Lagu yang paling tepat menggambarkan keanekaragaman bangsa dan budaya Indonesia berikut ini adalah

A. Kebyar Kebyar B. Bendera Merah Putih C. Garuda Pancasila D. Dari Sabang sampai Merauke

15. Dalam sumpah/ janjinya PNS berkomitmen untuk 

A. Melaksanakan fungsi ASN dengan baik

B. Menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah martabat pegawai negeri sipil serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang golongan

C. Menjadi PNS yang profesional dan Kompeten D. Taat kepada Tuhan Yang Maha Esa

16. Yang dapat menentukan tingkat produktivitas suatu organisasi, diantaranya

A. Kepekaan dan kecakapan B. Semangat dan perjuangan C. Motivasi dan kemampuan D. Kerja keras dan kerja cerdas

17. Perilaku tertutup, politis dan birokratis menunjukkan organisasi berkarakteristik

A. Tidak adaptif B. Adaptif C. Fleksibel D. Tidak fleksibel

18. Apabila merujuk pada definisi dari “collaborative governance” yang dikemukakan oleh para ahli, maka di bawah ini adalah kolaborasi aktor yang paling ideal apabila menggunakan prinsip governance

A. Kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian

B. Kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi, Lembaga Administrasi Negara, dan Pemerintah Daerah

C. Kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Kepolisian Republik Indonesia, dan Komisi Pemberantasan Korupsi

D. Kolaborasi antara Kementerian, Akademisi, dan Civil Society

19. Yang tidak termasuk panduan perilaku loyal dalam Core Values ASN adalah

A. Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 setia kepada NKRI serta pemerintahan yang sah

B. Melindungi segenap tumpah darah Indonesia dengan integritas dan semangat juang yang tinggi

C. Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan instansi dan negara

D. Menjaga rahasia jabatan dan Negara

20. Berikut ini adalah bentuk kode etik ASN yang tertuang dalam UU ASN kecuali

A. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin

B. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan

C. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan

D. Menggunakan kekayaan dan barang milik Negara untuk keperluan pribadi

21. Menjebak korban dengan target menyasar kepada orang orang yang percaya bahwa informasi yang diberikan jatuh ke orang yang tepat disebut

A. Spam B. Phising C. Scam D. Hacker

22. Ciri warga digital yang Pancasilais salah satunya adalah

A. Secara intensif melakukan percakapan di medsos B. Berpikir kritis

C. Memaksimalkan unfollower, unfriend block D. Memforward pesan secepatnya

23. Indonesia menggunakan innternet lebih lama dari penggunaan internet dunia yaitu

A. 4 Jam 59 Menit B. 5  Jam 59 Menit C. 6 Jam 59 Menit D. 7 Jam 59 Menit

24. Dalam kompetensi Aman Bermedia Digital, ada lima kompetensi yang harus dipahami dan diterapkan, kecuali

A. Memahami rekam jejak digital B. Pengamanan perangkat digital

C. Pengamanan identitas digital D. Mewaspadi hate speech

25. Complier adalah

A. Individu atau kelompok dimana pekerjaan utama dirancang untuk membantu mereka

B. Individu atau kelompok yang memiliki kepentingan dengan kinerja organisasi atau sistem pemerintah

C. Subyek penegakkan, yaitu mereka yang harus mematuhi hukum dan peraturan, misalnya wajib pajak

D. Individu atau kelompok lain dimana pekerjaan dirancang untuk memberi manfaat kepada mereka tetapi sifatnya tidak langsung kepada pelanggan utama

26. Yang bukan merupakan pemicu terjadinya inovasi dari luar adalah

A. Pergeseran selera pasar B. Perkembangan ekonomi C. Pergeseran gaya hidup D. Dorongan melakukan perubahan

27. Upaya melakukan kerja terbaik sebagai bagian perilaku kompeten ASN yang sesuai dibawah ini

A. Melakukan adaptasi terhadap pekerjaan merupakan keharusan

B. Melakukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan merupakan keharusan

C. Melakukan adaptasi terhadap orang lain dan melakukan karya terbaik pekerjaannya merupakan keharusan

D. Melakukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan dan melakukan karya terbaik merupakan keharusan

28. Berikut pernyataan yang paling sesuai antara lain tentang ASN sebagai profesi

A. ASN sebagai profesi selayaknya mengelola dan mengembangkan dirinya dan diharapkan mempertanggungjawabkan kinerjanya

B. ASN sebagai profesi memiliki kewajiban mengelola dan mengembangkan dirinya dan mempertanggungjawabkan kinerjanya

C. ASN sebagai profesi memiliki kewajiban mengembangkan dan membina kinerja kolega kinerjanya

D. ASN sebagai profesi memiliki kewajiban mengelola dan mengembangkan dirinya dan pegawai lainnya

29. Pentingnya ASN selalu meningkatkan kompetensi, antara lain yang sesuai, yaitu

A. Sesuai kebijakan hak pengembangan ASN dalam Undang undang ASN

B. Sesuai kebijakan pembangunan nasional

C. Sesuai system pengembangan ASN

D. Salah semua

30. Menurut A Imanto, siklus layanan dimulai pada saat dan berakhir pada saat

A. Dimulai pada saat konsumen datang ke loket pelayann dan berakhir ketika konsumen pulang

B. Dimulai saat konsumen menemui kendala dan berakhir ketika keluhannya tertangani

C. Dimulai saat konsumen memilih jenis layanan dan berakhir setelah menemui petugas pelayanan

D. Dimulai pada saat konsumen mengadakan kontak pertama dengan service delivery system dan berakhir sampai dengan selesai jam tersebut diberikan

31. Berikut adalah termasuk Alat Akuntabilitas

A. Perencanaan strategis (strategic plans) B. Kontrak kinerja C. Laporan kinerja D. Semua jawaban benar

32. Pernyataan di bawah ini menggambarkan perilaku kompeten ASN untuk meningkatkan kompetensi diri yang relevan/tepat

A. Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah adalah diperlukan diutamakan untuk jabatan strategis di lingkungan ASN

B. Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah adalah keniscayaan bagi setiap ASN

C. Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah adalah diperlukan jika disyaratkan dalam tugas jabatannya

D. Semua salah

33. Yang mana kah diantara panduan perilaku berikut yang merupakan kode etik dari nilai berorientasi pelayanan

A. Menjaga nama baik sesame ASN, Pimpinan, Instansi, dan Negara

B. Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas

C. Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan

D. Melakukan perbaikan tiada henti

34. Fondasi organisasi adaptif terdiri atas, kecuali

A. Prosedur B. Lansekap C. Pembelajaran D. Kepemimpinan

35. Ketika seorang pegawai memiliki sikap sesuai dengan pengertian loyalitas, maka secara otomatis ia akan merasa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap organisasinya, yang ditunjukannya dengan cara

A. Berhati-hati dan lambat dalam mengerjakan tugas tugasnya

B. Mengerjakan banyak tugas dalam waktu yang bersamaan

C. Berani untuk mengembangkan berbagai inovasi demi kepentingan organisasi

D. Loyal terhadap pimpinan

36. Berikut urutan tingkatan Akuntabilitas?

A. Personal, individu, keluarga, kelompok, organisasi, stakeholder

B. Personal, individu, kelompok, organisasi, stakeholder

C. Personal, individu, kelompok, organisasi, negara, stakeholder

D. Personal, individu, kelompok, pimpinan kelompok,organisasi pimpinan organisasi, stakeholder

37. Penyelenggaraan pelayanan publik dilakukan dengan menggunakan fasilitas dan sumber daya manusia yang dibiayai oleh warga negara melalui pajak yang mereka bayar Oleh karena itu semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dipertanggung jawabkan secara terbuka kepada masyarakat disebut

A. Akuntabel B. Berkeadilan C. Aksesibel D. Efektif dan efisien

38. Dalam memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam konteks tersebut adalah sebagai

A. Masyarakat sebagai wajib pajak B. Masyarakat sebagai pengawas knerja pemerintah

C. Masyarakat sebagai elemen adanya negara D. Masyarakat sebagai penerima layanan

39. Tujuan utama dari Nilai Dasar ASN adalah

A. Menjadi dasar pembentukan peraturan internal tentang kewajiban masuk kerja

B. Menjadi pedoman perilaku bagi para ASN dan menciptakan budaya kerja yang mendukung tercapainya kinerja terbaik

C. Menjadi pertimbangan pimpinan unit kerja dalam menentukan rekanan dalam proyek strategis

D. Menjadi instrument pengukuran kinerja ASN oleh masyarakat 

40. Berikut ini adalah proses kolaboratif kecuali

A. Face to face dialogue B. Trust building C. Win win solution D. Commitment to process

41. Dalam rangka mencapai tujuan nasional diperlukan Aparatur Sipil Negara yang mampu

A, Menjalankan roda pemerintahan B. Melaksanakan kewenangannya

C. Menunaikan hak dan kewajibannya D. Mengimplementasikan nilai nilai berAKHLAK

42. Pengamalan sila pertama Pancasila dalam lingkup literasi digital dalam lanskap digital adalah

A. Non diskiriminatif dalam berinteraksi di dunia digital

B. Menumbuhkan cinta kepada Indonesia dengan stop hate speech

C. memiliki paham multi perspektif terkait keyakinan users

D. Menerapkan etiket dan berperilaku baik sebagai warga digital

43. Dengan berlakunya Undang undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, adanya hak pengembangan pegawai yang mengatur jumlah jam pelajaran hak pengembangan bagi pegawai 

A. Sekurang-kurangnya 24 dua empat jam Pelajaran bagi PNS dan maksimal 20 dua puluh jam pelajaran bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

B. Sekurang-kurangnya 24 dua empat jam Pelajaran bagi PNS dan maksimal 20 dua puluh jam pelajaran bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

C. Sekurang-kurangnya 20 dua puluh jam Pelajaran bagi PNS dan maksimal 24 dua puluh empat jam pelajaran bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

D. Sekurang-kurangnya 20 dua empat jam Pelajaran bagi PNS dan sekurang kurangnya 20 dua puluh jam pelajaran bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

44. Kegagapan dalama mengoperasikan teknologi digital adalah salah satu ciri dari

A. Digital immigrant B. Digital savvy C. Digital native D. Digital outlaw

45. Pilihlah pernyataan yang paling tepat

A. Integritas adalah nilai yang dapat mengikat setiap unsur pelayanan public secara moral dalam membentengi institusi Peran

B. integritas individu lebih penting daripada intervensi melalui sistem kebijakan

C. Integritas system otomatis akan terbentuk dari integritas individu

D. Akuntabilitas dan integritas masyarakat juga menjadi unsur penting terbentuknya pelayanan publi k yang baik

46. PNS menjadi figur dan teladan di lingkungan masyarakatnya caranya adalah

A. Menjadi bagian dari problem solver pemberi solusi

B. Menjadi bagian dari sumber masalah (trouble maker)

C. Melakukan tindakan ucapan perilaku yang bertentangan dengan norma norma

D. sosial dan susila Bertindak yang bertentangan dengan agama dan nilai lokal yang berkembang di masyarakat

47. Sebuah informasi yang tidak benar namun orang yang menyebarnya percaya bahwa informasi tersebut adalah benar tanpa bermaksud membahayakan orang lain adalah definisi da ri

A. Disinformasi B. Malinformasi C. Misinformasi D. Uninformasi

48. Untuk mewujudkan organisasi publi k yang akuntabel harus mengandung mekanisme berikut

A. Akuntabilitas kejujuran dan hokum B. Akuntabilitas proses dan program

C. Akuntabilitas kebijakan D. Semua jawaban benar

49. Pernyataan berikut sesuai dengan prinsip governance, kecuali

A. Pemerintah tidak menjadi satu satunya a k tor dalam pelayanan publi k

B. Pemerintah menjadi satu satunya a k tor pelayanan publi k

C. civil society menjadi salah satu a k tor dalam penyelenggaraan pelayanan publi k

D. triple helix merupakan salah satu konsep dalam pendekatan governance

50. Dalam kompetensi Aman Bermedia Digital, ada lima kompetensi yang harus dipahami dan diterapkan kecualI

A. Pengamanan perangkat digital B. Pengamanan identitas digital

C. Mewaspadai hate speech D. Memahami rekam jejak digital


Kunci Jawaban

1. D 2. B     3. A         4. A         5. D         6. C         7. A         8. B         9. C         10. A

11. A 12. B 13. A 14. D 15. B 16. C 17. A 18. D 19. B 20. D

21. B 22. B 23. D 24. D 25. C 26. D 27. C 28. B 29. A 30. D

31. D 32. B 33. D 34. A 35. C 36. B 37. A 38. D 39. B 40. C

41. D 42. C 43. C 44. A 45. A 46. A 47. C 48. D 49. B 50. C

Selengkapnya Kumpulan Paket Soal dan Kunci Jawaban ada di bawah ini.

PAKET 1 SOAL DAN KUNCI JAWABAN MOOC PPPK 2024

PAKET 2 SOAL DAN KUNCI JAWABAN MOOC PPPK 2024

PAKET 3 SOAL DAN KUNCI JAWABAN MOOC PPPK 2024

PAKET 4 SOAL DAN KUNCI JAWABAN MOOC PPPK 2024

PAKET 5 SOAL DAN KUNCI JAWABAN MOOC PPPK 2024

PAKET 6 SOAL DAN KUNCI JAWABAN MOOC PPPK 2024

Inilah gambaran tentang Soal Paket 6 Mooc P3K Tahun 2024

Demikianlah paket soal yang dilengkapi dengan kunci jawaban Orientasi Mooc PPPK tahun 2024. Semoga Bapak Ibu lancar sukses dan lulus. Aamiin

Contoh 50 Soal dan Kunci Jawaban MOOC PPPK Format microsoft word dan PDF

 Halo, sahabat guru PPPK di seluruh Wilayah Nehara Kesatuan Republik Indonesia. Semoga semuanya dalam keadaan baik-baik saja dan tidak kurang apapun, serta diberikan rizki yang berkah. Aamiin.

PPPK atau dengan istilah P3K yaitu merupakan singkatan dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja adalah warga negara Republik Indonesia yang memilik syarat tertentu, yang diangkat menjadi pegawai perjanjian kerja, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja dengan jangka waktu tertentu dalam rangka untuk melaksanakan tugas pemerintah.

Dengan Jenis pekerjaan    : Kontraktual (berdasarkan Perjanjian Kerja)
Nama                                : Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
Pekerjaan terkait                ASN (PPPK)
Sektor kegiatan: Pendidikan; Kesehatan; Pertanian; Manajemen dan Tenaga Teknis lainnya

PPPK bisa diangkat mejadi PNS tetapi tidak serta merta otomatis, semuanya harus sesuai memenuhi prosedur, sebagaimana peraturan MenpanRB Nomor 6 Tahun 2024. Diantaranya adalah seorang PPPK apabila ingin menjadi PNS harus mengikuti seleksi CPNS.
Namun seorang PPPK yang diangkat tahun 2019 sebagai PPPK angkat pertama di baswah naungan Pemerintah Kabupaten/Kota sampai saat ini belum melaksanakan Oroentasi sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Kalau di CPNS sebelum menjadi PNS harus mengikuti Diklat Prajabatan. Maka yang tadinya CPNS dengan SK 80 persen setelah mengikuti Diklat Prajabatan menjadi PNS dengan SK 100 persen.

Bagi PPPK atau P3K yangs sedang melaksanakan orientasi atau MOOC PPPK dan memerlukan contoh soal untuk tes akhir maka penulis menyediakan sebanyak 50 Soal yang dilengkapi dengan Kunci Jawaban.
Soal ini dibuat dalam bentuk format Microsoft Word untuk memudahkan Bapak Ibu dalam menghapal dan tidak banyak lembaran kertas ketika di printrout.

Selengkapnya Bapak Ibu dapat dilihat di bawah ini namun ini dalam bentuk pdf.


Bagi Bapak Ibu yang memerlukan MS Word silahkan lihat sebagai berikut.

Inilah Contoh 50 Soal dan Kunci Jawaban MOOC PPPK dalam Format Microsoft Word

Demikianlah postingan kali ini dan semoga bermanfaat, dan pada akhir nya tujuan Bapak Ibu dalam melaksanakan tes berhasil dan lulus. Aamiin.

Modul Ajar Matematika Kurikulum Mrdeka Kelas 2 Semester 1

 Modul Ajar pada Kompetensi Awal yaitu :

Capaian Pembelajaran Fase (A)

Pada akhir fase A, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, termasuk melakukan komposisi  (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan tersebut. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 20, dan dapat memahami pecahan setengah dan seperempat. Mereka dapat mengenali, meniru, dan melanjutkan pola-pola bukan bilangan. Mereka dapat membandingkan panjang, berat, dan durasi waktu, serta mengestimasi panjang menggunakan satuan tidak baku.

Peserta didik dapat mengenal berbagai bangun datar dan bangun ruang, serta dapat menyusun dan mengurai bangun datar. Mereka dapat menentukan posisi benda terhadap benda lain.

Peserta didik dapat mengurutkan, menyortir, mengelompokkan, membandingkan, dan menyajikan data menggunakan turus dan piktogram paling banyak 4 kategori.

Berdasarkan profil siswa Pancasila, kurikulum merdeka mengutamakan hasil belajar siswa.

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran matematika dalam kurikulum otonom, meliputi (1) perencanaan pembelajaran matematika dan (2) pelaksanaan perencanaan tersebut. (3) Memantau dan menilai hasil belajar matematika siswa.

Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar seorang guru harus menyusun Rencana pengajaran matematika dibuat sesuai dengan kurikulum yang sedang diberlakukan, untuk saat ini yaitu kurikulum merdeka.

Pelaksanaan pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Dasar menggunakan berbagai strategi pembelajaran untuk mengatasi kesulitan sesuai dengan kemampuan atau kapasitas siswa. Dalam kurikulum merdeka peserta dididk harus untuk belajar mandiri, siswa diberikan kebebasan kemandirian) untuk mengekspresikan diri sesuai dengan minat, karakternya. Evaluasi pembelajaran matematika guru mengikuti prinsip penilaian untuk usia belajar mandiri, yaitu evaluasi autentik berdasarkan evaluasi untuk kepentingan peserta didik.


Seorang guru sebelum mengajar harus menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran atau modul ajar dengan tujuan proses belajar mengajar berjalan dengan lancar, sehingga tujuan pembelajaran untuk peserta didik dapat terwujud.

Kali ini admin menyediakan Modul Ajar Mata Pelajaran Matematika Kurikulum Merdeka Kelas 2 Semester Ganjil tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar.

Semua file ini adalah doc / Mc Word. Marilah simak berikut ini.

MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 SEMESTER 1 KUMER SD/MI

Silahkan dipergunakan, minimal oleh Bapak/Ibu Guru sebagai bahan refensi untuk mengembangkan modul ajar secara mandiri.

Demikian yang dapat ditulis kali ini. Semoga bermanfaat.

Prota / Program Tahunan PJOK Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka

 Halo, Bapak/Ibu! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga Bapak/Ibu selalu diberi kesehatan, murah rezeki, dan semangat selalu.

Sebagai tenaga pendidik, pasti berkas administrasi yang Bapak/Ibu urus tidak sedikit. Setiap pergantian semester, Bapak/Ibu harus mempersiapkan silabus, Modul ajar/RPP, absen, prota, maupun promes, dan administrasi lainnya.


Namun, Bapak/Ibu harus tetap semangat karena berkas administrasi itulah yang nantinya menjadi kawan di saat berada di dalam kelas. 

Pada artikel ini, https://sancangsdn3.blogspot.com/ tidak akan membahas seluruh berkas-berkas tersebut, melainkan hanya fokus pada prota dan promes. Jika Bapak/Ibu ingin tahu pembahasan selengkapnya, silahkan simak di bawah ini.

Program tahunan atau disingkat Prota ini adalah dokumen perencanaan yang terdiri dari rencana kegiatan pembelajaran yang bakal dilakukan dalam satu tahun pembelajaran. Selain itu, Prota ini meliputi periode satu tahun penuh dan sifatnya lebih luas serta menyeluruh dibandingkan dengan Program Semester (Promes.

Prota (program tahunan) dan promes (program semester) merupakan administrasi pembelajaran yang menjadi dasar bagi susunan administrasi pembelajaran lainnya. Artinya, prota dan promes merupakan gambaran umum yang akan Bapak/Ibu lakukan selama satu tahun atau satu semester tersebut.

Prota (program tahunan) dan promes (program semester) merupakan administrasi pembelajaran yang menjadi dasar bagi susunan administrasi pembelajaran lainnya. 

Artinya, prota dan promes merupakan gambaran umum yang akan Bapak/Ibu lakukan selama satu tahun atau satu semester tersebut. Untuk pengertiannya secara spesifik adalah sebagai berikut.

1. Prota

Prota adalah susunan alokasi waktu pembelajaran selama satu tahun untuk mencapai standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang diharapkan. Alokasi waktu sangat diperlukan agar seluruh SK dan KD bisa diterapkan dan diterima oleh para peserta didik. 

Bapak/Ibu bisa menyusun prota setelah jumlah jam mengajar untuk mapel tertentu sudah diketahui. Dari banyaknya waktu yang diberikan, Bapak/Ibu harus mengalokasikan waktu tersebut melalui prota dan biasanya dilakukan di awal tahun ajaran baru. 

Keberhasilan Bapak/Ibu membuat protas akan berpengaruh pada administrasi pembelajaran yang lain, misalnya program semester silabus, Modul Ajar/RPP, dan lainnya.

2. Promes

Promes adalah bentuk penjabaran dari prota yang memuat gambaran pembelajaran dan pencapaian yang ingin diraih selama satu semester. Dengan adanya promes ini, Bapak/Ibu akan lebih mudah dalam menuntaskan mata pelajaran yang Bapak/Ibu ampu. 

Fungsi Prota dan Promes

Adapun fungsi prota dan promes adalah sebagai berikut.

1. Fungsi prota

Fungsi prota adalah sebagai berikut.

  • Mengorganisir pembelajaran agar bisa berjalan secara optimal.
  • Dijadikan pedoman untuk menyusun promes.
  • Dijadikan pedoman dalam menyususn kalender pendidikan.
  • Digunakan sebagai acuan untuk mengoptimalkan penggunaan waktu efektif pembelajaran yang tersedia.

2. Fungsi promes

Fungsi promes adalah sebagai berikut.

  • Bisa mempermudah tugas Bapak/Ibu saat mengadakan pembelajaran selama satu semester.
  • Mampu mengarahkan kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah diprogram.
  • Menjadi pola dasar untuk mengatur tugas dan wewenang setiap pihak yang ikut serta dalam pembelajaran.
  • Menjadi pedoman guru dan dalam bekerja dan belajar.
  • Menjadi tolok ukur efektivitas pada proses pembelajaran.
  • Menjadi bahan untuk menyusun data, sehingga terbentuk keseimbangan kerja.
  • Mampu menghemat waktu, tenaga, biaya, dan alat penunjang karena pembelajaran bisa berlangsung secara efektif dan efisien.

Langkah Penyusunan Prota dan Promes

Untuk menyusun prota dan promes, Bapak/Ibu tidak bisa asal membuat. Hal itu karena prota dan promes merupakan acuan yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. 

Itulah mengapa, terdapat beberapa langkah untuk menyusun prota dan promes. Adapun langkah penyusunannya adalah sebagai berikut.

1. Langkah penyusunan prota

  • Menganalisis kalender pendidikan dan menyesuaikan kebutuhan berdasarkan ciri/karakter unit satuan pendidikan Bapak/Ibu.
  • Memberikan tanda untuk hari libur, permulaan tahuan ajaran baru, pekan/minggu efektif untuk belajar, dan jam efektif belajar setiap minggu. Adapun hari libur yang perlu diberi tanda meliputi:
  • libur akhir tahun ajaran;
  • libur keagamaan;
  • libur hari besar nasional; dan
  • libur untuk hari khusus.
  • Memperhatikan minggu efektif guna menyusun alokasi waktu di setiap kompetensi dasar.
  • Menetapkan alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap mata pelajaran, kompetensi dasar, dan pokok bahasannya di pekan efektif. Alokasi waktu yang disediakan harus sesuai dengan ruang lingkup materi, tingkat kesulitan, pentingnya materi, dan waktu untuk melakukan review pada materi tersebut.

2. Langkah penyusunan promes

  • Memasukkan kompetensi dasar, topik, dan sub topik materi/bahasan ke dalam format promes yang tersedia.
  • Menentukan banyaknya jam yang tersedia di kolom minggu dan banyaknya tatap muka setiap minggu per mata pelajaran.
  • Menambahkan catatan di setiap bagian yang membutuhkan keterangan.

Apa itu Pekan Efektif dalam Prota dan Promes?

Di lain waktu, Bapak/Ibu sudah sudah membaca bahkan mengenal dengan istilah pekan efektif. Lantas, apa pekan efektif itu?

Pekan efektif adalah hari-hari yang bisa digunakan untuk melakukan proses pembelajaran secara efektif. Artinya, hari itu bukan hari libur maupun hari peringatan khusus. Untuk menentukan pekan efektif

Bapak/Ibu harus menghitung banyaknya minggu/pekan dalam satu tahun. 

Selanjutnya, Bapak/Ibu kembali menghitung pekan tidak efektif di tahun yang sama.

Barulah diperoleh hasil minggu/pekan efektif dengan cara mengurangkan banyaknya pekan dalam satu tahun dengan banyaknya pekan tidak efektif.

Langkah terakhir adalah Bapak/Ibu menghitung jumlah jam efektif, yaitu dengan mengalikan banyaknya pekan efektif dengan jumlah jam pelajaran per minggu.

Berdasarkan hitungan jam efektif yang diperoleh, Bapak/Ibu akan lebih mudah dalam mengatur distribusi materi pembelajaran dalam satu tahun/semester.

Contoh Prota dan Promes Kurikulum Merdeka Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.

Seandainya Bapak/Ibu ingin melihat contoh prota dan promes, silakan buka link berikut ini.

Prota (Program Tahunan) PJOK Kelas 6 Kurikulum Merdeka

Berdasarkan pembahasan di atas, jelas bahwa keberadaan prota dan promes bisa membantu Bapak/Ibu untuk mengembangkan sistem pembelajaran selama satu tahun. 

Itulah pembahasan https://sancangsdn3.blogspot.com/ tentang prota dan promes. Semoga bermanfaat buat Bapak/Ibu. Semoga Bapak/Ibu tetap semangat dan semakin sukses. Salam olahraga!

Semoga kita sehat selalu.

Prota Matematika Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka

 Halo, Bapak/Ibu! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga Bapak/Ibu selalu diberi kesehatan, murah rezeki, dan semangat selalu.

Sebagai tenaga pendidik, pasti berkas administrasi yang Bapak/Ibu urus tidak sedikit. Setiap pergantian semester, Bapak/Ibu harus mempersiapkan silabus, Modul Ajar atau RPP, absen, prota, maupun promes, dan administrasi lainnya.


Namun, Bapak/Ibu harus tetap semangat karena berkas administrasi itulah yang nantinya menjadi kawan di saat berada di dalam kelas. 

Pada artikel ini, https://sancangsdn3.blogspot.com/ tidak akan membahas seluruh berkas-berkas tersebut, melainkan hanya fokus pada prota dan promes. Jika Bapak/Ibu ingin tahu pembahasan selengkapnya, silahkan simak di bawah ini.

Program tahunan atau disingkat Prota ini adalah dokumen perencanaan yang terdiri dari rencana kegiatan pembelajaran yang bakal dilakukan dalam satu tahun pembelajaran. Selain itu, Prota ini meliputi periode satu tahun penuh dan sifatnya lebih luas serta menyeluruh dibandingkan dengan Program Semester (Promes.

Prota (program tahunan) dan promes (program semester) merupakan administrasi pembelajaran yang menjadi dasar bagi susunan administrasi pembelajaran lainnya. Artinya, prota dan promes merupakan gambaran umum yang akan Bapak/Ibu lakukan selama satu tahun atau satu semester tersebut.

Prota (program tahunan) dan promes (program semester) merupakan administrasi pembelajaran yang menjadi dasar bagi susunan administrasi pembelajaran lainnya. 

Artinya, prota dan promes merupakan gambaran umum yang akan Bapak/Ibu lakukan selama satu tahun atau satu semester tersebut. Untuk pengertiannya secara spesifik adalah sebagai berikut.

1. Prota

Prota adalah susunan alokasi waktu pembelajaran selama satu tahun untuk mencapai standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang diharapkan. Alokasi waktu sangat diperlukan agar seluruh SK dan KD bisa diterapkan dan diterima oleh para peserta didik. 

Bapak/Ibu bisa menyusun prota setelah jumlah jam mengajar untuk mapel tertentu sudah diketahui. Dari banyaknya waktu yang diberikan, Bapak/Ibu harus mengalokasikan waktu tersebut melalui prota dan biasanya dilakukan di awal tahun ajaran baru. 

Keberhasilan Bapak/Ibu membuat protas akan berpengaruh pada administrasi pembelajaran yang lain, misalnya program semester silabus, Modul Ajar/RPP, dan lainnya.

2. Promes

Promes adalah bentuk penjabaran dari prota yang memuat gambaran pembelajaran dan pencapaian yang ingin diraih selama satu semester. Dengan adanya promes ini, Bapak/Ibu akan lebih mudah dalam menuntaskan mata pelajaran yang Bapak/Ibu ampu. 

Fungsi Prota dan Promes

Adapun fungsi prota dan promes adalah sebagai berikut.

1. Fungsi prota

Fungsi prota adalah sebagai berikut.

  1. Mengorganisir pembelajaran agar bisa berjalan secara optimal.
  2. Dijadikan pedoman untuk menyusun promes.
  3. Dijadikan pedoman dalam menyususn kalender pendidikan.
  4. Digunakan sebagai acuan untuk mengoptimalkan penggunaan waktu efektif pembelajaran yang tersedia.

2. Fungsi promes

Fungsi promes adalah sebagai berikut.

  1. Bisa mempermudah tugas Bapak/Ibu saat mengadakan pembelajaran selama satu semester.
  2. Mampu mengarahkan kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah diprogram.
  3. Menjadi pola dasar untuk mengatur tugas dan wewenang setiap pihak yang ikut serta dalam pembelajaran.
  4. Menjadi pedoman guru dan dalam bekerja dan belajar.
  5. Menjadi tolok ukur efektivitas pada proses pembelajaran.
  6. Menjadi bahan untuk menyusun data, sehingga terbentuk keseimbangan kerja.
  7. Mampu menghemat waktu, tenaga, biaya, dan alat penunjang karena pembelajaran bisa berlangsung secara efektif dan efisien.

Langkah Penyusunan Prota dan Promes

Untuk menyusun prota dan promes, Bapak/Ibu tidak bisa asal membuat. Hal itu karena prota dan promes merupakan acuan yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. 

Itulah mengapa, terdapat beberapa langkah untuk menyusun prota dan promes. Adapun langkah penyusunannya adalah sebagai berikut.

1. Langkah penyusunan prota

  1. Menganalisis kalender pendidikan dan menyesuaikan kebutuhan berdasarkan ciri/karakter unit satuan pendidikan Bapak/Ibu.
  2. Memberikan tanda untuk hari libur, permulaan tahuan ajaran baru, pekan/minggu efektif untuk belajar, dan jam efektif belajar setiap minggu. Adapun hari libur yang perlu diberi tanda meliputi:
  3. libur akhir tahun ajaran;
  4. libur keagamaan;
  5. libur hari besar nasional; dan
  6. libur untuk hari khusus.
  7. Memperhatikan minggu efektif guna menyusun alokasi waktu di setiap kompetensi dasar.
  8. Menetapkan alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap mata pelajaran, kompetensi dasar, dan pokok bahasannya di pekan efektif. Alokasi waktu yang disediakan harus sesuai dengan ruang lingkup materi, tingkat kesulitan, pentingnya materi, dan waktu untuk melakukan review pada materi tersebut.

2. Langkah penyusunan promes

  1. Memasukkan kompetensi dasar, topik, dan sub topik materi/bahasan ke dalam format promes yang tersedia.
  2. Menentukan banyaknya jam yang tersedia di kolom minggu dan banyaknya tatap muka setiap minggu per mata pelajaran.
  3. Menambahkan catatan di setiap bagian yang membutuhkan keterangan.

Apa itu Pekan Efektif dalam Prota dan Promes?

Di lain waktu, Bapak/Ibu sudah sudah membaca bahkan mengenal dengan istilah pekan efektif. Lantas, apa pekan efektif itu?

Pekan efektif adalah hari-hari yang bisa digunakan untuk melakukan proses pembelajaran secara efektif. Artinya, hari itu bukan hari libur maupun hari peringatan khusus. Untuk menentukan pekan efektif

Bapak/Ibu harus menghitung banyaknya minggu/pekan dalam satu tahun. 

Selanjutnya, Bapak/Ibu kembali menghitung pekan tidak efektif di tahun yang sama.

Barulah diperoleh hasil minggu/pekan efektif dengan cara mengurangkan banyaknya pekan dalam satu tahun dengan banyaknya pekan tidak efektif.

Langkah terakhir adalah Bapak/Ibu menghitung jumlah jam efektif, yaitu dengan mengalikan banyaknya pekan efektif dengan jumlah jam pelajaran per minggu.

Berdasarkan hitungan jam efektif yang diperoleh, Bapak/Ibu akan lebih mudah dalam mengatur distribusi materi pembelajaran dalam satu tahun/semester.

Contoh Prota dan Promes Mata Pelajaran Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka

Jika Bapak/Ibu ingin melihat contoh prota dan promes, silakan buka link berikut ini.

PROTA MATEMATIKA KELAS 6 KUMER

Berdasarkan pembahasan di atas, jelas bahwa keberadaan prota dan promes bisa membantu Bapak/Ibu untuk mengembangkan sistem pembelajaran selama satu tahun. 

Itulah pembahasan https://sancangsdn3.blogspot.com/ tentang prota dan promes. Semoga bermanfaat buat Bapak/Ibu. Semoga Bapak/Ibu tetap semangat dan semakin sukses. Salam hangat selalu.

Terima kasih.

Prota Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka

 Selamat datang sahabat https://sancangsdn3.blogspot.com/. Pada kesempatan kali ini admin ingin share mengenai Administrasi guru Kurikulum Merdeka yang bisa dipelajari, simak, dan pahami dengan cara membaca Perangkat Ajar IKM berupa Program Tahunan Bahasa Indonesia Kelas VI SD/MI Semester 1 dan 2 Tahun 2024, 2025, atau bisa saja diperbaharui 2026, 2027.

Pada Program Tahunan ataupun Prota Bahasa Indonesia Kelas 6 Kurikulum Merdeka dimana dapat bapak/ibu guru bisa menggunakannya sebagai bahan acuan untuk mempersiapkan kelengkapan dalam memenuhi kebutuhan perangkat ajar Kurikulum Merdeka ini.

Prota (Program Tahunan) yakni rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan (CP dan TP) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan supaya seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum sepenuhnya dapat dicapai oleh peserta didik.

Program Tahunan tersebut perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru atau dibuat saat sebelum tahun pelajaran, yaitu sebagi pedoman untuk pengembangan program-program berikutnya diantaranya ialah Program Semester (Prosem), ATP dan Modul Ajar dan lain sebagainya yang berdasarkan dari tingkat satuan pendidikan Sekolah Dasar khusus kali ini Kelas 6.

Program Tahunan (Prota) yakni perangkat wajib yang harus dimiliki oleh seorang guru, baik itu pada jenjang SD/MI SMP/MTs SMA/MA dan pada satuan pendidikan yang lain, namun pada saat ini khusus untuk jenjang SD/MI.

Tugas sebagi seorang guru memanglah berat sebab guru tidak hanya berfokus buat mengajar saja melainkan guru pula harus dapat menunjukkan perlengkapan administrasi yang merupakan bahan seorang guru dalam mempersiapkan perencanaan pembelajarannya.

Oleh karena itu admin bagikan file Program Tahunan Bahasa Indonesia Kelas VI yang mudah-mudahan bisa bermanfaat buat bapak/ibu guru yang mengajar di jenjang Sekolah Dasar.

Mempersiapkan Program Tahunan Bahasa Indonesia spesialnya untuk Kelas 6 tentu yakni tugas pokok masing-masing satuan pendidikan, khususnya Guru pemegang sebagai Wali Kelas VI atau mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Tujuannya supaya seluruh sasaran pada program kurikulum Merdeka maupun karakteristik kurikulum mata pelajaran dapat terlaksana secara optimal, dan paling utama ialah dapat tercapai sesuai ketentuan suatu kompetensi yang harus dicapai dan dipelajari peserta didik.

Buat bapak serta ibu guru yang merasa terbebani dengan kewajiban dalam membuat dan menyusun perangkat ajar kurikulum merdeka ini, maka kali ini saya akan mencoba membantu bapak serta ibu guru dalam mempersiapkan salah satu perangkat pembelajaran yang di butuhkan oleh Bapak/Ibu di sekolah.

Apabila bapak/ibu guru belum memilikinya, Bapak/Ibu sangat pas sekali berada di website https://sancangsdn3.blogspot.com/ ini. karena kami disini akan menyajikan perangkat pembelajaran yang berupa ATP, Prosem, Modul Ajar dan yang lain.

Tidak halnya Program Tahunan Bahasa Indonesia khusunya Bapak/Ibu yang mengajar di Kelas 6 file ini telah kami rancang supaya memudahkan dalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran.

Prota Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Kelas 6 ini bagian dari serangkaian terkait proses pengajaran yang dirancang dalam menunjang buat mencapai tujuan instruksional khusus, ataupun penetapan kompetensi materi yang perlu dibahas okeh guru serta dicapai oleh seluruh peserta didik.

Untuk Bapak/Ibu guru, Prota Bahasa Indonesia ini sudah kami susun secara rapih, silahkan Bapak Ibu edit kembali, dan silahkan sesuaikan dengan keadaan masing-masing sesuai keperluan. Apabila Bapak/Ibu menginginkannya silahkan ada di sini yang sudah kami sediakan di bawah ini.

Prota / Program Tahunan Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka

Rupanya yang ditulis cukup sampai di sini dulu, lain kali kita mudah-mudahan dapat bertemu kembali.

Terima kasih atas kunjungannya.

Semoga bermanfaat.

Prota PPKn Pendidikan Pancasila Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka

 Selamat datang sahabat https://sancangsdn3.blogspot.com/. Pada kesempatan kali ini admin ingin share mengenai Administrasi guru Kurikulum Merdeka yang bisa Bapak Ibu pelajari, simak, dan pahami dengan cara membaca Perangkat Ajar IKM berupa Program Tahunan PPKn atau Pendidikan Pancasila Kelas VI SD/MI Semester 1 dan 2 Tahun 2024, 2025, atau bisa saja diperbaharui 2026, 2027.

Pada Program Tahunan ataupun Prota Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka dimana dapat Bapak/Ibu guru bisa menggunakannya sebagai bahan acuan sebagai mempersiapkan kelengkapan dalam memenuhi kebutuhan perangkat ajar Kurikulum Merdeka ini.


Prota (Program Tahunan) yakni rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan (CP dan TP) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan biar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum sepenuhnya dapat dicapai oleh siswa.

Program Tahunan tersebut perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru atau dibuat saat sebelum tahun pelajaran, yaitu sebagi pedoman untuk pengembangan program-program berikutnya ialah Program Semester (Prosem), ATP dan Modul Ajar dan lain sebagainya yang berdasarkan dari tingkat satuan pendidikan Sekolah Dasar Kelas 6.

Program Tahunan (Prota) yakni perangkat wajib yang harus dimiliki oleh seorang guru, baik itu pada jenjang SD/MI SMP/MTs SMA/MA dan pada satuan pendidikan yang lain, namun pada saat ini khusus untuk jenjang SD/MI.

Tugas sebagi seorang guru memanglah berat sebab guru tidak hanya berfokus buat mengajar saja melainkan guru pula harus dapat menunjukkan perlengkapan administrasi yang merupakan bahan seorang guru dalam mempersiapkan perencanaan pembelajarannya.

Oleh karena itu admin bagikan file Program Tahunan PPKn atau Pendidikan Pancasila Kelas VI yang mudah-mudahan bisa bermanfaat buat bapak/ibu guru yang mengajar di jenjang Sekolah Dasar.

Mempersiapkan Program Tahunan PPKn atau Pendidikan Pancasila spesialnya untuk Kelas 6 tentu yakni tugas pokok masing-masing satuan pendidikan khususnya Guru pemegang sebagai Wali Kelas VI atau mata pelajaran PPKn atau Pendidikan Pancasila.

Tujuannya supaya seluruh sasaran pada program kurikulum Merdeka maupun karakteristik kurikulum mata pelajaran dapat terlaksana secara optimal, dan paling utama ialah dapat tercapai sesuai ketentuan suatu kompetensi yang harus dicapai dan dipelajari peserta didik.

Buat bapak serta ibu guru yang merasa terbebani dengan kewajiban dalam membuat dan menyusun perangkat ajar kurikulum merdeka ini, maka kali ini saya akan mencoba membantu bapak serta ibu guru dalam mempersiapkan salah satu perangkat pembelajaran yang di butuhkan oleh Bapak/Ibu di sekolah.

Apabila bapak/ibu guru belum memilikinya, Bapak/Ibu sangat pas sekali berada di website https://sancangsdn3.blogspot.com/ ini. karena kami disini akan coba sajikan perangkat pembelajaran yang berupa ATP, Prosem, Modul Ajar dan yang lain.

Tidak habya Program Tahunan PPKn atau Pendidikan Pancasila khusunya Bapak/Ibu yang mengajar di Kelas 6 file ini telah kami rancang supaya memudahkan dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.

Prota Sekolah Dasar Kelas 6 ini bagian dari serangkaian terkait proses pengajaran yang dirancang dalam menunjang buat mencapai tujuan instruksional khusus, ataupun penetapan kompetensi materi yang perlu dibahas pendidik serta dicapai oleh siswa.

Untuk Bapak/ibu guru, Prota PPKn atau Pendidikan Pancasila ini sudah kami susun secara rapih, silahkan Bapak Ibu edit kembali, dan silahkan sesuaikan dengan keadaan masing-masing. Apabila Bapak Ibu menginginkannya silahkan ada di sini yang sudah kami sediakan berikut ini.

PROTA PPKn Pendidikan Pancasila Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka

Demikainlah, semoga bermanfaat.

PROTA (Program Tahunan) IPAS Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka

 Selamat datang sahabat https://sancangsdn3.blogspot.com/. Pada kesempatan kali ini admin ingin share mengenai Administrasi guru Kurikulum Merdeka yang bisa kalian pelajari, simak, dan pahami dengan cara membaca Perangkat Ajar IKM berupa Program Tahunan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial atau yang disingkat dengan IPAS Kelas VI SD/MI Semester 1 dan 2 Tahun 2024, 2025, atau bisa saja diperbaharui 2026, 2027.

Pada Program Tahunan ataupun Prota IPAS Kelas 6 Kurikulum Merdeka dimana dapat bapak/ibu guru bisa menggunakannya sebagai bahan acuan sebagai mempersiapkan kelengkapan dalam memenuhi kebutuhan perangkat ajar Kurikulum Merdeka ini.


Prota (Program Tahunan) yakni rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan (CP dan TP) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan biar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum sepenuhnya dapat dicapai oleh siswa.

Program Tahunan tersebut perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru atau dibuat saat sebelum tahun pelajaran, yaitu sebagi pedoman untuk pengembangan program-program berikutnya ialah Program Semester (Prosem), ATP dan Modul Ajar dan lain sebagainya yang berdasarkan dari tingkat satuan pendidikan Sekolah Dasar Kelas 6.

Program Tahunan (Prota) yakni perangkat wajib yang harus dimiliki oleh seorang guru, baik itu pada jenjang SD/MI SMP/MTs SMA/MA dan pada satuan pendidikan yang lain, namun pada saat ini khusus untuk jenjang SD/MI.

Tugas sebagi seorang guru memanglah berat sebab guru tidak hanya berfokus buat mengajar saja melainkan guru pula harus dapat menunjukkan perlengkapan administrasi yang merupakan bahan seorang guru dalam mempersiapkan perencanaan pembelajarannya.

Oleh karena itu admin bagikan file Program Tahunan IPAS Kelas VI yang mudah-mudahan bisa bermanfaat buat bapak/ibu guru yang mengajar di jenjang Sekolah Dasar.

Mempersiapkan Program Tahunan IPAS spesialnya untuk Kelas 6 tentu yakni tugas pokok masing-masing satuan pendidikan khususnya Guru pemegang sebagai Wali Kelas VI atau mata pelajaran IPAS.

Tujuannya supaya seluruh sasaran pada program kurikulum Merdeka maupun karakteristik kurikulum mata pelajaran dapat terlaksana secara optimal, dan paling utama ialah dapat tercapai sesuai ketentuan suatu kompetensi yang harus dicapai dan dipelajari peserta didik.

Buat bapak serta ibu guru yang merasa terbebani dengan kewajiban dalam membuat dan menyusun perangkat ajar kurikulum merdeka ini, maka kali ini saya akan mencoba membantu bapak serta ibu guru dalam mempersiapkan salah satu perangkat pembelajaran yang di butuhkan oleh Bapak/Ibu di sekolah.

Apabila bapak/ibu guru belum memilikinya, Bapak/Ibu sangat pas sekali berada di websitehttps://sancangsdn3.blogspot.com/ ini. karena kami disini akan coba sajikan perangkat pembelajaran yang berupa ATP, Prosem, Modul Ajar dan yang lain.

Tidak habya Program Tahunan IPAS khusunya Bapak/Ibu yang mengajar di Kelas 6 file ini telah kami rancang supaya memudahkan dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.

Prota Sekolah Dasar Kelas 6 ini bagian dari serangkaian terkait proses pengajaran yang dirancang dalam menunjang buat mencapai tujuan instruksional khusus, ataupun penetapan kompetensi materi yang perlu dibahas pendidik serta dicapai oleh siswa.

Untuk Bapak/ibu guru, Prota IPAS ini sudah kami susun secara rapih, silahkan Bapak Ibu edit kembali, silahkan sesuaikan dengan keadaan masing-masing. Apabila Bapak Ibu menginginkannya silahkan ada di sini yang sudah kami sediakan di bawah ini.

PROTA (PROGRAM TAHUNAN) IPAS KELAS 6 SD/MI KUMER

Itulah tentang prota mata pelajaran ilmu pengetauan alam dan sosial kelas 6 untuk sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah kurikulum merdeka.

Salam sehat selalu.

Prota dan Promes PAI dan BP Kelas 6 SD/MI Kurikulum 2013

Halo, Bapak/Ibu! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga Bapak/Ibu selalu diberi kesehatan, murah rezeki, dan semangat selalu.

Sebagai tenaga pendidik, pasti berkas administrasi yang Bapak/Ibu urus tidak sedikit. Setiap pergantian semester, Bapak/Ibu harus mempersiapkan silabus, RPP, absen, prota, maupun promes, dan administrasi lainnya.

Namun, Bapak/Ibu harus tetap semangat karena berkas administrasi itulah yang nantinya menjadi kawan di saat berada di dalam kelas. 

Pada artikel ini, https://sancangsdn3.blogspot.com/ tidak akan membahas seluruh berkas-berkas tersebut, melainkan hanya fokus pada prota dan promes. Jika Bapak/Ibu ingin tahu pembahasan selengkapnya, silahkan simak di bawah ini.


Program tahunan atau disingkat Prota ini adalah dokumen perencanaan yang terdiri dari rencana kegiatan pembelajaran yang bakal dilakukan dalam satu tahun pembelajaran. Selain itu, Prota ini meliputi periode satu tahun penuh dan sifatnya lebih luas serta menyeluruh dibandingkan dengan Program Semester (Promes).

Prota (program tahunan) dan promes (program semester) merupakan administrasi pembelajaran yang menjadi dasar bagi susunan administrasi pembelajaran lainnya. Artinya, prota dan promes merupakan gambaran umum yang akan Bapak/Ibu lakukan selama satu tahun atau satu semester tersebut.

Prota (program tahunan) dan promes (program semester) merupakan administrasi pembelajaran yang menjadi dasar bagi susunan administrasi pembelajaran lainnya. 

Artinya, prota dan promes merupakan gambaran umum yang akan Bapak/Ibu lakukan selama satu tahun atau satu semester tersebut. Untuk pengertiannya secara spesifik adalah sebagai berikut.

1. Prota

Prota adalah susunan alokasi waktu pembelajaran selama satu tahun untuk mencapai standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang diharapkan. Alokasi waktu sangat diperlukan agar seluruh SK dan KD bisa diterapkan dan diterima oleh para peserta didik. 

Bapak/Ibu bisa menyusun prota setelah jumlah jam mengajar untuk mapel tertentu sudah diketahui. Dari banyaknya waktu yang diberikan, Bapak/Ibu harus mengalokasikan waktu tersebut melalui prota dan biasanya dilakukan di awal tahun ajaran baru. 

Keberhasilan Bapak/Ibu membuat protas akan berpengaruh pada administrasi pembelajaran yang lain, misalnya program semester silabus, RPP, dan lainnya.

2. Promes

Promes adalah bentuk penjabaran dari prota yang memuat gambaran pembelajaran dan pencapaian yang ingin diraih selama satu semester. Dengan adanya promes ini, Bapak/Ibu akan lebih mudah dalam menuntaskan mata pelajaran yang Bapak/Ibu ampu. 

Fungsi Prota dan Promes

Adapun fungsi prota dan promes adalah sebagai berikut.

1. Fungsi prota

Fungsi prota adalah sebagai berikut.

  • Mengorganisir pembelajaran agar bisa berjalan secara optimal.
  • Dijadikan pedoman untuk menyusun promes.
  • Dijadikan pedoman dalam menyususn kalender pendidikan.
  • Digunakan sebagai acuan untuk mengoptimalkan penggunaan waktu efektif pembelajaran yang tersedia.

2. Fungsi promes

Fungsi promes adalah sebagai berikut.

  • Bisa mempermudah tugas Bapak/Ibu saat mengadakan pembelajaran selama satu semester.
  • Mampu mengarahkan kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah diprogram.
  • Menjadi pola dasar untuk mengatur tugas dan wewenang setiap pihak yang ikut serta dalam pembelajaran.
  • Menjadi pedoman guru dan dalam bekerja dan belajar.
  • Menjadi tolok ukur efektivitas pada proses pembelajaran.
  • Menjadi bahan untuk menyusun data, sehingga terbentuk keseimbangan kerja.
  • Mampu menghemat waktu, tenaga, biaya, dan alat penunjang karena pembelajaran bisa berlangsung secara efektif dan efisien.

Langkah Penyusunan Prota dan Promes

Untuk menyusun prota dan promes, Bapak/Ibu tidak bisa asal membuat. Hal itu karena prota dan promes merupakan acuan yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. 

Itulah mengapa, terdapat beberapa langkah untuk menyusun prota dan promes. Adapun langkah penyusunannya adalah sebagai berikut.

1. Langkah penyusunan prota

  • Menganalisis kalender pendidikan dan menyesuaikan kebutuhan berdasarkan ciri/karakter unit satuan pendidikan Bapak/Ibu.
  • Memberikan tanda untuk hari libur, permulaan tahuan ajaran baru, pekan/minggu efektif untuk belajar, dan jam efektif belajar setiap minggu. Adapun hari libur yang perlu diberi tanda meliputi: (libur akhir tahun ajaran; libur keagamaan; libur hari besar nasional; dan libur untuk hari khusus).
  • Memperhatikan minggu efektif guna menyusun alokasi waktu di setiap kompetensi dasar.
  • Menetapkan alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap mata pelajaran, kompetensi dasar, dan pokok bahasannya di pekan efektif. Alokasi waktu yang disediakan harus sesuai dengan ruang lingkup materi, tingkat kesulitan, pentingnya materi, dan waktu untuk melakukan review pada materi tersebut.

2. Langkah penyusunan promes

  • Memasukkan kompetensi dasar, topik, dan sub topik materi/bahasan ke dalam format promes yang tersedia.
  • Menentukan banyaknya jam yang tersedia di kolom minggu dan banyaknya tatap muka setiap minggu per mata pelajaran.
  • Menambahkan catatan di setiap bagian yang membutuhkan keterangan.

Apa itu Pekan Efektif dalam Prota dan Promes?

Di lain waktu, Bapak/Ibu sudah sudah membaca bahkan mengenal dengan istilah pekan efektif. Lantas, apa pekan efektif itu?

Pekan efektif adalah hari-hari yang bisa digunakan untuk melakukan proses pembelajaran secara efektif. Artinya, hari itu bukan hari libur maupun hari peringatan khusus. Untuk menentukan pekan efektif

Bapak/Ibu harus menghitung banyaknya minggu/pekan dalam satu tahun. 

Selanjutnya, Bapak/Ibu kembali menghitung pekan tidak efektif di tahun yang sama.

Barulah diperoleh hasil minggu/pekan efektif dengan cara mengurangkan banyaknya pekan dalam satu tahun dengan banyaknya pekan tidak efektif.

Langkah terakhir adalah Bapak/Ibu menghitung jumlah jam efektif, yaitu dengan mengalikan banyaknya pekan efektif dengan jumlah jam pelajaran per minggu.

Berdasarkan hitungan jam efektif yang diperoleh, Bapak/Ibu akan lebih mudah dalam mengatur distribusi materi pembelajaran dalam satu tahun/semester.

Contoh Prota dan Promes Kurikulum 2013

Jika Bapak/Ibu ingin melihat contoh prota dan promes, silakan buka link berikut ini.

Sekilas Prota Versi 1


Sekilas Promes Versi 2


Berdasarkan pembahasan di atas, jelas bahwa keberadaan prota dan promes bisa membantu Bapak/Ibu untuk mengembangkan sistem pembelajaran selama satu tahun. 

Demikialah pembahasan https://sancangsdn3.blogspot.com/ tentang prota dan promes. Semoga bermanfaat buat Bapak/Ibu. Semoga Bapak/Ibu tetap semangat dan semakin sukses. Salam pendidikan!

Modul Ajar Matematika Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka

 Modul Ajar adalah pengganti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yaitu salah satu jenis perangkat ajar yang memuat rencana pelaksanaan pembelajaran, untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai Capaian Pembelajaran (CP).

MODUL AJAR BAB 1 PERTEMUAN KE 1 MATEMATIKA KELAS III SEMESTER 1


Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru harus membuat perencanaan bagaimana proses pembelajaran tersebut akan berjalan dengan baik. Dalam Kurikulum Merdeka, perencanaan ini disebut dengan modul ajar. Modul ajar merupakan alat atau sarana pembelajaran yang didalamnya berisikan materi, metode pembelajaran, batasan-batasan, serta cara evaluasi kegiatan pembelajaran yang sudah dirancang secara sistematis dan menarik untuk membantu mencapai kompetensi yang diharapkan.

Modul ajar menjadi hasil implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan Capaian Pembelajaran sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai tujuannya. Satuan pendidikan diberikan kebebasan atau keleluasaan dalam membuat keputusan sesuai dengan angket penyusunan kurikulum Mandiri. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan dan kemauan guru, tenaga kependidikan dan satuan pendidikan dalam mengembangkan operasional kurikulum di sekolah.

Satuan pendidikan bisa memilih pilihan yang paling tepat sesuai dengan kesiapan dan kemampuan. Menerapkan kurikulum Mandiri dinilai lebih efektif apabila memenuhi kebutuhan dengan optimal.

Mengenal Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka

Umumnya modul ajar memiliki fungsi sama seperti RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), hanya saja di dalamnya terdapat sejumlah penyesuaian. Komponen modul ajar ini harus dibuat secara berurutan atau sistematis serta disesuaikan dengan lingkungan sekolah dan karakter siswanya.

Modul ajar dalam kurikulum merdeka merupakan perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru untuk merencanakan proses pembelajaran. Penyusunan modul ajar disesuaikan dengan capaian pembelajaran fase atau tahap perkembangan peserta didik.

Dalam modul ajar terdapat pilihan materi yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran serta materi yang berbasis untuk perkembangan jangka panjang. Pembuatan modul ajar ini membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran lebih optimal.

Komponen dalam Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Dalam membuat modul ajar, guru harus memenuhi beberapa komponen di dalamnya. Komponen modul ajar kurikulum merdeka bisa disesuaikan oleh pendidik sesuai dengan kebutuhan. Adapun berikut ini merupakan beberapa komponen yang harus dipenuhi dalam modul ajar kurikulum merdeka, yaitu:

1. Identitas Modul

Komponen pertama yang harus ada dalam modul ajar yaitu identitas modul. Identitas modul ajar terdiri dari nama penyusun modul, tahun penyusunan modul, institusi penyusun, jenjang sekolah, tingkat kelas, serta alokasi waktu pembelajaran yang sesuai dengan jam pembelajaran di unit kerja. Identitas modul ini memberitahu kepemilikan serta tujuan modul ini untuk siapa.

2. Kompetensi Awal

Dalam modul ajar juga terdapat informasi kompetensi awal yang dimiliki siswa. Kompetensi ini berupa pengetahuan maupun keterampilan yang dimiliki siswa sebelum siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Untuk mengetahui kompetensi awal siswa, guru bisa melakukan asesmen diagnostik atau asesmen yang dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran. Tujuan dilakukannya asesmen diagnostik yaitu untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan membagikan kelompok belajar  sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Hal tersebut membantu guru dalam mengajar sesuai dengan kebutuhan siswa.

Tujuan mengetahui kompetensi awal juga untuk mengukur hasil dari rancangan modul ajar. Apakah ada kemajuan dalam belajar siswa atau tidak ada perubahan dari kompetensi awal tersebut.

3. Profil Pelajar Pancasila

Salah satu capaian pembelajaran dalam kurikulum Merdeka yaitu terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila ini menjadi tujuan akhir dari kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan pembentukan karakter melalui konten maupun kegiatan pembelajaran proyek.

4. Sarana dan Prasarana

Komponen dalam komputer selanjutnya yaitu sarana dan prasarana berupa alat ataupun materi sebagai penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan sumber bahan ajar yang dibutuhkan siswa. Contoh sarana prasarana yaitu pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembelajaran.

5. Target Peserta Didik

Dalam Modul ajar, ada beberapa kelompok target peserta didik. Pertama, secara umum peserta didik tidak mempunyai kesulitan dalam memahami materi yang akan diajarkan.

Kedua, peserta didik ada yang mengalami kesulitan belajar dikarenakan mempunyai keterbatasan terhadap gaya belajar anak, sulit konsentrasi, sulit memahami materi baru serta tidak percaya diri.

Ketiga, peserta didik memiliki kemampuan pencapaian yang tinggi dan dapat memahami materi dengan cepat hingga mempunyai keterampilan dalam memimpin.

6. Model Pembelajaran

Dalam Modul ajar juga terdapat komponen model pembelajaran atau rangkaian pembelajaran yang menggambarkan sistem pelaksanaan pembelajaran tersebut. Adapun bentuk ada pelajaran yaitu pembelajaran tatap muka atau PTM, pembelajaran secara online serta kombinasi atau blended learning. Model pembelajaran ini akan disesuaikan lagi dengan kebutuhan pelaksanaan pembelajaran di sekolah.

Tujuan Pengembangan Modul Ajar

Ada beberapa tujuan pembuatan atau pengembangan modul ajar yaitu untuk :

  • Mengembangkan perangkat ajaran berguna untuk membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran
  • Guru mempunyai kebebasan dalam memilih atau memodifikasi modul ajar yang disediakan oleh pemerintah sesuai dengan karakteristik peserta didik
  • Guru mempunyai kebebasan dalam membuat mobil aja sendiri sesuai dengan karakteristik siswa

Kriteria Modul Ajar yang Baik

Ada beberapa kriteria sebagai modul ajar yang baik yaitu :

  • Bersifat Esensial, di mana pemahaman konsep setiap mata pelajaran diambil melalui pengalaman belajar serta lintas disiplin.
  • Menarik yaitu bersifat bermakna serta menantang untuk menumbuhkan minat belajar siswa yang tinggi dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran secara aktif.
  • Relevan serta kontekstual atau yang berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, serta sesuai konteks waktu bagi siswa.
  • Berkesinambungan artinya terdapat hubungan atau kaitan alur kegiatan pembelajaran sesuai fase belajarnya.
Demikianlah beberapa hal mengenai modul ajar yang bisa kalian ketahui. Guru berperan penting dalam membuat modul ajar yang baik. Untuk membantu mengoptimalisasikan kegiatan pembelajaran, kerjacita.id hadir memberikan pelatihan serta support system yang didesain sesuai dengan kebutuhan kerja guru dalam hal merencanakan, melaksanakan, hingga mengevaluasi pembelajaran di kelas. Pelatihan gurucita dan support system kejarcita bersifat terkini dan terstruktur untuk menjawab tantangan era digital dan Merdeka Belajar.

MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS III SD/MI SEMESTER 1

BAB 1 MODUL AJAR MATEMATIKA KLS III


BAB 2 MODUL AJAR MATEMATIKA KLS III

BAB 3 MODUL AJAR MATEMATIKA KLS III

Buku Siswa Matematika Kelas III Kurikulum Merdeka

 Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat-Nya sehingga dapat menyelesaikan Buku Siswa Matematika kelas III Sekolah Dasar/Madrasah Ibtida’iyah. Buku ini disusun dengan tujuan membantu anak-anak kelas III untuk dapat belajar secara mandiri dalam memahami Matematika dan mempersiapkan diri sebelum naik ke kelas IV. Materi pelajaran disusun dalam urutan yang mudah dan melibatkan lingkungan yang akrab dengan peserta didik; sehingga peserta didik dapat belajar dengan menyenangkan karena banyak aktivitas yang dilakukan dengan cermat.


Buku ini disajikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif. Terdiri atas 5 bab yakni (1) Bilangan Cacah sampai 1.000, (2) Kalimat Matematika, (3) Pengukuran Panjang dan Berat, (4) Unsur-unsur Bangun Datar, dan (5) Penyajian Data dalam Tabel. Setiap bab menyajikan materi dilengkapi dengan aktivitas pembelajaran antara lain: mengamati, mencoba, berpikir, berlatih, membaca, bertanya, bercerita, menggambar, menulis, berdiskusi, dan bermain peran. Buku ini juga disusun berdasarkan pada pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan metode yang tepat sehingga menyenangkan peserta didik dan gurunya. Kami optimis buku ini akan menjembatani adanya miskonsepsi peserta didik terhadap materi.

Kami ucapkan terima kasih kepada penerbit, penelaah, ilustrator, editor, desainer, dan rekan guru yang secara inspiratif memberikan bantuan dan dorongan dalam menyusun Buku Siswa ini.

Model pembelajaran dalam buku ini adalah Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning), sehingga anak-anak dapat meningkatkan kemampuan literasi dan kemampuan koneksi dari apa yang dipelajari dengan lingkungan sekitarnya.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak terkait yang telah membantu terselesaikannya buku ini sehingga dapat disajikan kepada peserta didik.

Semoga bantuan yang diberikan memperoleh balasan yang lebih baik dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami menyadari Buku Siswa ini belum sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik dari pembaca sangat kami harapkan demi kesempurnaan buku ini. Semoga buku ini bermanfaat bagi peserta didik, rekan guru, dan semua pihak yang menggunakannya.

Selengkapnya silahkan simak di bawah ini.


Inilah Buku Matematika untuk Siswa Kelas III SD/MI Kurikulum Merdeka

Demikianlah yang dapat admin tulis. Semoga bermanfaat, dan terima kasih saya ucapkan karena telah berkunjung.

Modul Ajar IPAS Kelas III SD/MI Semester 1 Kurikulum Merdeka

 Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat berjumpa kembali dengan SDN 3 Sancang Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini saya akan menulis tentang Modul Ajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas III SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka.

Sebelum melanjutkan kepada Modul Ajar, saya sedikit berbagi cara menyusun atau membuat Modul Ajar. Bagi seorang Guru tentunya sudah tidak asing lagi, tetapi tidak ada salahnya apabila untuk mengingatkan kembali tentang hal ini, karena Kurikulum Merdeka baru di Implementasikan akhir-akhir ini.

Inilah komponen Modul Ajar menurut aturan yang berlaku.

Modul Ajar Kurikulum Merdeka merupakan perangkat penting untuk kesuksesan implementasi pembelajaran paradigma baru. Sebelumnya, sekolah/madrasah harus menyusun kurikulum operasional satuan  pendidikan. Berdasarkan KOS tersebut, Satuan pendidikan menyusun Tujuan pembelajaran dan Alur Tujuan pembelajaran.

Menurut Panduan Pembelajaran dan Asesmen, tujuan pengembangan modul ajar yaitu mengembangkan perangkat ajar yang memandu  pendidik melaksanakan pembelajaran.

Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada pendidik untuk mengembangkan modul dengan 2 cara, yaitu:

Memilih atau memodifikasi modul ajar yang sudah disediakan pemerintah untuk menyesuaikan modul ajar dengan karakteristik peserta didik, atau

Menyusun sendiri modul ajar sesuai dengan karakteristik peserta didik

Pendidik dan satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai strategi untuk mengembangkan modul ajar selama modul ajar memenuhi 2 syarat minimal. Pertama memenuhi kriteria yang telah ada. Kedua aktivitas pembelajaran dalam modul ajar sesuai dengan prinsip pembelajaran dan asesmen.

Adapun kriteria Modul ajar kurikulum merdeka sebagai berikut ini:

1. Esensial

Esensial: Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman belajar dan lintas disiplin.

2. Menarik, Bermakna dan Menantang

Menarik, bermakna, dan menantang: Menumbuhkan minat untuk belajar dan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar. Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, sehingga tidak terlalu kompleks, namun juga tidak terlalu mudah untuk tahap usianya.

3. Relevan dan Kontekstual

Relevan dan kontekstual: Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, dan sesuai dengan konteks di waktu dan tempat peserta didik berada.

4. Berkesinambungan

Berkesinambungan: Keterkaitan alur kegiatan pembelajaran sesuai dengan fase belajar peserta didik. 

Komponen Modul Ajar di Kurikulum Merdeka

Modul ajar kurikulum merdeka memiliki sistematika penulisan berdasarkan Panduan Pembelajaran dan Asesmen. Tujuan penulisan modul ajar adalah untuk memandu pendidik untuk melaksanakan proses pembelajaran. Komponen dalam modul ajar ditentukan oleh pendidik berdasarkan kebutuhannya.

Secara umum modul ajar memiliki komponen sebagai berikut:

Informasi Umum

  • Komponen informasi umum terdiri atas:
  • Identitas penulis modul
  • Kompetensi awal
  • Profil Pelajar Pancasila
  • Sarana dan prasarana
  • Target peserta didik
  • Model pembelajaran yang digunakan

Komponen Inti

Komponen inti modul ajar sebagai berikut:

  • Tujuan pembelajaran
  • Asesmen
  • Pemahaman bermakna
  • Pertanyaan pemantik
  • Kegiatan pembelajaran
  • Refleksi peserta didik dan pendidik

Lampiran

  • Lembar kerja peserta didik
  • Pengayaan dan remedial
  • Bahan bacaan pendidik dan peserta didik
  • Glossarium
  • Daftar pustaka

Pada komponen modul ajar kurikulum merdeka, ada 3 istilah yang penting. Ketiga komponen itu sebagai berikut:

  1. Pemahaman bermakna : Kalimat pernyataan yang mendeskripsikan proses belajar yang tidak sekedar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka, tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk membangun pemahaman yang utuh, sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan membentuk perilaku. Dalam bahasa Inggris sering disebut sebagai Enduring Understanding, Conceptual Understanding, Big Idea, Central Idea, atau Statement of Inquiry.
  2. Pertanyaan pemantik adalah kalimat pertanyaan yang digunakan untuk memantik rasa ingin tahu, memulai diskusi, dan memulai penelitian. Bentuk pertanyaan pemantik sebaiknya dalam bentuk terbuka dengan menggunakan kata tanya seperti mengapa, bagaimana, atau apa sajakah.
  3. Lembar belajar adalah lembar yang bisa dipergunakan sebagai lembar refleksi, lembar grafik organisasi, lembar kerja, maupun soal.

Panduan menjelaskan bahwa Komponen tidak wajib semua tercantum. . Pendidik di satuan pendidikan memiliki kebebasan untuk mengembangkan komponen dalam modul ajar sesuai dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik.

Strategi Pengembangan Modu Ajar Kurikulum Merdeka

Ada 2 strategi pengembangan modul ajar (MA) kurikulum merdeka di Panduan Pembelajaran dan Asesmen. Keduanya sebagai berikut:

Contoh 1 Strategi Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Strategi pengembangan MA yang pertama dengan 11 langkah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang bisa dikelompokkan dalam satu lingkup materi. Satu MA bisa mencakup beberapa tujuan pembelajaran.
  2. Lakukan asesmen diagnosis mengidentifikasi penguasaan kompetensi awal peserta didik.
  3. Tentukan teknik dan instrumen asesmen sumatif beserta indikator keberhasilan asesmen sumatif yang akan dilakukan pada akhir lingkup materi.
  4. Tentukan periode waktu atau jumlah JP yang dibutuhkan.
  5. Lalu tentukan teknik dan instrumen asesmen formatif berdasarkan aktivitas pembelajaran.
  6. Buat rangkaian kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir.
  7. Pastikan aktivitas pembelajaran selaras dengan tujuan pembelajaran.
  8. Setiap kegiatan dilengkapi dengan pemahaman bermakna dan pertanyaan esensial yang menjadi acuan.
  9. Persiapkan lembar belajar, materi belajar, dan media belajar sesuai dengan kesiapan, minat, dan profil belajar peserta didik.
  10. Lampirkan instrumen asesmen seperti ceklis, rubrik atau lembar observasi yang dibutuhkan.
  11. Periksa kembali kelengkapan komponen modul ajar.

Contoh 2 Strategi Pengembangan MA Kurikulum Merdeka

Strategi pengembangan Modul ajar kurikulum merdeka yang kedua dengan 10 langkah sebagai berikut:

  1. Menganalisis kondisi dan kebutuhan peserta didik,  pendidik, serta satuan  pendidikan.
  2. Melakukan asesmen diagnostik terhadap kondisi dan kebutuhan peserta didik.
  3. Mengidentifikasi dan menentukan dimensi Profil Pelajar Pancasila yang akan dicapai.
  4. Memilih tujuan pembelajaran dari ATP berdasarkan CP yang akan dikembangkan menjadi modul ajar.
  5. Merencanakan jenis, teknik dan instrumen asesmen.
  6. Menyusun modul ajar berdasarkan komponen-komponen yang ditentukan.
  7. Pendidik dapat menentukan komponen-komponen yang esensial sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
  8. Mengelaborasi kegiatan pembelajaran sesuai dengan komponen esensial.
  9. Modul siap digunakan
  10. Evaluasi dan Pengembangan Modul
Itulah terkait materi modul ajar kurikulum merdeka, silahkan kembangkan Bapak Ibu sendiri.

Inilah contoh Modul Ajar IPAS Kelas III Minggu Ke 1 

Selengkapnya adalah sebagai berikut.

BAB 1 Minggu Ke 1 ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL

BAB 1 Minggu Ke 2 ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL

BAB 1 MInggu Ke 3 ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL


BAB 2 Minggu Ke 1 ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL

BAB 2 Minggu Ke 2 ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL

BAB 2 MInggu Ke 3 ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL


BAB 3 Minggu Ke 1 ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL

BAB 3 Minggu Ke 2 ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL

BAB 3 MInggu Ke 3 ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL


BAB 4 Minggu Ke 1 ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL

BAB 4 Minggu Ke 2 ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL

BAB 4 MInggu Ke 3 ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL

Demikianlah, semoga bermanfaat, dan terima kasih telah berunjung.