Buku Referensi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
KATA PENGANTAR
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kami dengan senang hati mempersembahkan buku Pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) ini kepada para pembaca. Buku ini disusun dengan tujuan untuk membantu para Dosen, guru dan mahasiswa sebagai calon guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran IPAS yang efektif dalamkurikulum merdeka belajar.
Bab 1 Pendahuluan
Bab 2 Konsep Dasar IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)
Bab 3 Manfaat Pembelajaran IPAS
Bab 4 Rancangan Pembelajaran IPAS
Bab 5 Implementasi Pembelajaran IPAS
Bab 6 Contoh Penerapan Pembelajaran IPAS
Bab 7 Penelitian Tentang Pembelajaran IPAS
Bab 8 Permasalahan Dalam Penerapan Pembelajaran IPAS
Bab 9 Solusi Untuk Mengatasi Permasalahan
Semoga buku ini dapat menambah literasi terkait IPAS dan bermanfaat bagi para pembaca dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS serta mendorong pengembangan pendidikan yang lebih berkualitas.
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang diterapkan di Indonesia sejak tahun 2013 hingga akhirnya digantikan oleh Kurikulum Merdeka Belajar pada tahun 2020. Kurikulum Merdeka Belajar merupakan upaya pemerintah untuk terus melakukan perbaikan dalam sistem pendidikan di Indonesia agar lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Para Guru dan Stakeholders gempar dengan terobosan ini, pro dan kontra tentu bermunculan namun terobosan baru dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim gagasan kurikulum merdeka belajar tentu untuk menjawab berbagai tantangan di dunia Pendidikan serta problematik dari para praktisi Pendidikan.
Pada tanggal 22 Juni 2022 Djakaria ditetapkanlah keputusan Menteri Pendidikan kebudayaan, riset dan teknologi nomor 262/M/2022 tentang
perubahan keputusan Menteri No. 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran, kurikulum merdeka pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Perubahan kurikulum ini tentu berdampak pada pelaksanaan Sekolah dasar atau Madrasah Ibtidaiyah. Sekolah Dasar atau SD adalah jenjang pendidikan formal pertama di Indonesia yang ditempuh oleh anak-anak usia 6-12 tahun. SD memiliki peran penting dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan keterampilan dasar anak-anak sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada Pendidikan di tingkat dasar adalah sebuah Pendidikan yang membantu peserta didik mendapatkan pengetahuan keterampilan dan menumbuhkan sikap dasar yang diperlukan dalam masyarakat. Undang-undang sistem Pendidikan nasional pada bab VI pasal 17 mendeskripsikan Pendidikan dasar berbentuk SD dan MI di sini merupakan fondasi dari peradaban manusia esensinya ditekankan pada fakta dan membaca fakta -fakta dalam pergelaran objektivitas alam semesta.
Kurikulum Merdeka Belajar adalah kurikulum baru yang diterapkan di Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan global di masa depan. Salah satu fokus dari Kurikulum Merdeka Belajar adalah pengembangan keterampilan abad ke-21, termasuk keterampilan dalam bidang lingkungan hidup. Dalam muatan kurikulum 2013 dan sebelumnya mata pelajaran IPA dan IPS berdiri sendiri namun dengan pertimbangan psikologi perkembangan anak usia SD/MI saat masa strategis untuk penambangan kemampuan inkuiri anak. Dalam desain kurikulum merdeka belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan ilmu pengetahuan Sosial digabung menjadi ilmu pengetahuan alam dan sosial (IPAS). Selain itu untuk mengurangi beban jam belajar murid, maka pelajaran IPA dan IPS pada Fase B dan Pada jenjang SD. Pendidikan di SD IPS merupakan mata pelajaran ditujukan untuk membangun kemampuan literasi sains dasar. Muatan IPAS merupakan fondasi untuk menyiapkan peserta didik mempelajari ilmu pengetahuan alam dan ilmu sosial yang lebih kompleks di jenjang sekolah menengah pertama (SMP).
Ketika mempelajari lingkungan sekitarnya, murid di jenjang Sekolah Dasar melihat fenomena alam dan fenomena sosial sebagai suatu fenomena yang terintegrasi, dan mereka mulai belajar berlatih membiasakan untuk mengamati/mengobservasi, mengeksplorasi, yang mendorong kemampuan inkuiri lainnya yang sangat penting untuk menjadi fondasi sebelum mereka mempelajari konsep dan topik yang lebih spesifik di mata pelajaran IPA dan IPS ketika peserta didik mempelajari di jenjang sekolah berikutnya SMP.
Pembelajaran berbasis inkuiri/ berbasis kepada kemampuan berpikir ilmiah merupakan pendekatan di mana murid ditantang untuk mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi, kemudian melakukan review berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, mencari keterkaitan, mengenali pola dan secara perlahan membangun pemahaman akan suatu konsep. Pendekatan ini, guru sangat berperan sebagai fasilitator untuk membangun pemahaman murid.
Di samping itu, tidak dapat dipungkiri berbagai masalah di dunia ini cenderung tidak dapat dipecahkan hanya dari satu sudut pandang bidang ilmu tertentu. Misalnya topik dampak perilaku manusia terhadap lingkungan, agar dapat membantu anak berpikir secara holistik, belajar berpikir dari berbagai perspektif dan mengembangkan kemampuan inkuiri mereka, sehingga dijadikan satu menjadi IPAS (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2022).
Selengkapnya buku ini dapat dilihat di bawah ini.
Buku Refernsi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial ini, sangatlah berguna bagi semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan supaya tahu, dan memahami mengapa pelajaran IPA dan IPS ini digabungkan menjadi satu dalam pembelajaran.
Semoga kita menjadi lebih awal menerima informasi ini.
EmoticonEmoticon